Menolak Diajak Berhubungan Intim, Suami Tega Bakar Isteri di Batang Barus Solok

0
8952

SOLOK, JN- Jika imam sudah kurang, maka emosi manusia kadang gampang naik. Di Kabupaten Solok, tepatnya di Kelok Batuang, Jorong Lubuk Selasih, Kecamatan Gunung Talang, seorang suami yang berinisial BF (36), yang berprofesi sebagai sopir, tega membakar isterinya dengan menyiramkan bensin ke tubuh isterinya, saat sang isteri menolak diajak berhubungan intim.

Akibabnya, tubuh sang isteri yang bernama Riska Ardila (34), mengalami luka bakar, terutama pada bagian punggung dan kakinya. Kejadian tersebut dlaporkan sang mertua BF ke Mapolres Solok, ketika mengetahui anaknya mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh suaminya sendiri.

“Saya mengetahui anak saya mengalami kekerasan oleh suaminya saat anak saya berada di RSUD Arosuka. Saya kira dia luka terbakar oleh oleh ledakan kompor,” jelas Rosmawati (61) orang tua korban, saat ditemui di Mapolres Lubuk Selasih, Selasa (24/4). Disebutkan Rosmawati, dirinya tidak tega anaknya dianiaya oleh pelaku yang juga suaminya sendiri. “Pokoknya saya tidak rela anak saya dianiaya. Kalau tidak suka, ya pulangkan saja ke orang tuanya,” jelas Rosmawati. Laporan orang tua korban itu diterima oleh SPK Polres Solok, dengan Nomor: LP/65/III/2019.

Kapolres Solok, AKBP Ferry Irawan,SI.K, saat dihubungi media ini membenarkan kejadian tersebut dan saat ini pelaku yang merupakan suami korban BF sudah diamankan di Mapolres Solok di Lubuk Selasih.

Menurut Kapolres, pelaku BF merasa kesal kepada isterinya karena menolak diajak berhubungan intim atau berhubungan suami isteri, sehingga timbul cek cok dengan isterinya. Karena merasa kesal, suami pelaku mencari bensin dan menyiramkan ke tubuh isterinya dan langsung menyulupkan api ke tubuh isterinya. Karena luka korban sangat parah, kemudian oleh tetangga korban dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan pertolongan.

“Tersangka sudah kita amankan dan saat ini kita lakukan pemeriksaan kejiwaan kepada pelaku,” jelas AKBP Ferry Irawan. Pelaku bisa dikenakan pasal 351 ayat (2) penganiayaan dengan kekerasan Yunto pasal 44 ayat (1) dan (2) UU NO 23 tahun 2014 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

“Untuk sementara itu pasal yang kami kenakan. Tidak menutup kemungkinan pasal dan ancaman hukumannya bisa bertambah,” jelas AKBP Ferry Irawan (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here