Masyarakat Nyaris Terhasut Lengserkan Ketua KAN Singkarak

0
1205

SOLOK, JN- Masyarakat Nagari Singkarak Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok,  nyaris terpropokasi dengan adanya upaya provokatif atau ajakan pihak tertentu, yang berupaya ingin melengserkan posisi jabatan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Singkarak dengan cara memperalat masyarakat setempat.

Beruntung,  upaya provokatif melengserkan Ketua KAN Singkarak yang saat ini dijabat oleh Drs H. Asril Mahyuddin Dt Gadang Majo Indo  melalui penggalangan tanda tangan Mosi tidak percaya anggota masyarakat Nagari Singkarak itu, tidak serta merta  dipercaya dan diiyakan begitu saja oleh masyarakat setempat.

Sebab,  setelah dipelajari secara seksama inti dari surat mosi tidak percaya anggota masyarakat Nagari Singkarak, yang diinisiasi dan dibuat oleh tiga orang warga masing-masing YM Rangkayo Basa, Syafrizal dan Syafriadi itu,  masyarakat dengan kesadaranya sendiri lalu mencabut kembali dukungan penggalangan tanda tangan mereka. Sebaliknya, masyarakat yang telah merasa terbujuk rayu ajakan YM Rangkayo Basa, Syafriadi dan Syafrizal itu, berencana akan melaporkan sang inisiator upaya pelengseran Ketua KAN Singkarak tersebut ke aparat kepolisian Singkarak.

Masyarakat Nagari Singkarak yang telah mencabut kembali dukungan tanda tanganya, dalam surat mosi tidak percaya itu mengemukakan,  mereka mau menanda tangani surat tersebut  karema awalnya mereka dimintakan dukungan tanda tanganya, dengan alasan untuk kepentingan kegiatan KAN.

Namun kenyataanya kemudian adalah, kata sejumlah perwakilan masyarakat yang mencabut kembali dukungan tanda tanganya dari surat mosi tidak percaya itu menerangkan, tanda tangan mereka rupanya dipergunakan untuk melengserkan posisi jabatan Ketua KAN Singkarak saat ini yang dijabat Drs Asril Mahyuddin Dt Gadang Majo Indo tersebut.

Surat mosi tidak percaya setebal delapan halaman bertanggal 1 Februari 2018 tersebut, yang diklaim ditanda tangani oleh 106 warga Nagari Singkarak itu, intinya mempertanyakan eksistensi dan kinerja kepengurusan KAN Singkarak periode sekarang sebagai Lembaga Peradilan Adat Nagari yang dinilai cacat hukum dan telah melanggar hukum adat dan adat Minangkabau.

Terkait surat mosi tidak percaya itu,  pengurus KAN Singkarak H Epyardi Asda dan Wali Nagari Singkarak H Arman Endah Marajo kepada awak media usai rapat pengurus KAN di Balai Adat Singkarak, kemaren, dengan tegas menyatakan bahwa surat mosi tidak percaya untuk melengserkan posisi jabatan Ketua KAN Asril Dt Gadang Majo Indo Kayo itu,  merupakan surat kaleng yang dibuat oknum tak bertanggung jawab yang tak dapat dipertanggung jawabkan kebenaranya.

Epyardi yang juga anggota DPR RI itu menyebutkan, tak jelas siapa yang membuat dan siapa yang bertanggung jawab, entah dari ormas mana,  dari organisasi apa,  surat kaleng itu tidak jelas juntrunganya.

Senada dengan Epyardi Asda,  Wali Nagari Singkarak H Arman Endah Marajo dengan tegas mengatakan bahwa surat mosi tidak percaya untuk melengserkan Ketua KAN Singkarak tersebut,  bukanlah representasi seluruh masyarakat Singkarak dan keberadaan surat tersebut justru sangat meresahkan masyarakat.

Apalagi kata H Arman mengemukakan, dalam surat mosi tidak percaya itu,  ditenggarai ada tanda tangan warganya yang dimanipulir atau dipalsukan, yang kemudian diperalat atau dipakai untuk melengserkan posisi jabatan Ketua KAN Singkarak.

Keberadaan surat mosi tidak percaya tersebut ujar Wali Nagari H Arman mengemukakan,  selain meresahkan juga bisa menimbulkan perpecahan dan saling gontok-gontokan antar sesama warga masyarakat Singkarak.

Dilain pihak, HM Rangkayo Basa dan Syafriadi yang dikonfirmasiawak media, Minggu (8/04) terkait masalah itu membenarkan kalau surat mosi tidak percaya tersebut,  memang mereka yang membuatnya.

“Surat mosi tidak percaya itu bukanlah surat kaleng tetapi surat yang benar-benar dari masyarakat dan ditanda tangani oleh masyarakat Singkarak,” terang, HM Rangkayo Basa.

Disebutkannya,  maksud dan tujuan dari dibuatnya surat mosi tidak percaya itu, niatnya baik. yaitu untuk kemaslahatan umat dan tatanan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik kedepanya.

  1. Rangkayo Basa didampingi Syafriadi mengemukakan,  didalam surat mosi tidak percaya itu,  setidaknya ada tiga poin penting yang harus diselesaikan pada permasalahan posisi jabatan Ketua KAN Singkarak saat ini. Diantaranya adalah,  pengangkatan Ketua KAN Singkarak H Asril Dt Gadang Majo Indo tersebut,  tidaklah berdasarkan kepada sepakat kaum yang bersangkutan. Kemudian yang bersangkutan sebagai Ketua KAN Singkarak,  belum pernah dilantik. “Kalau pernah dilantik dimana,  siapa yang melantik dan kapan dilantiknya dan ketiga Ketua KAN Singkarak saat ini dinilai tidak mampu menyelesaikan masalah Sako dan Pusako-Adat Salingka Nagari Pusako Salingka Kaum di Nagari Singkarak,” pungkas, HM Rangkayo Basa  (Ris/Syafri/wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here