Masyarakat Minta PT. Arpex Primadhamor Bertanggungjawab Dalam Pengerjaan Jalan Rangkiang Luluih

0
467


SOLOK, JN-  Para tokoh masyarakat di Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, meminta pihak PT. Arpex Primadhamor, milik keluarga anggota DPR RI dan juga pengusaha asal Sumbar, untuk bertanggungjawab penuh dalam pengerjaan ruas jalan dari Nagari Sumiso dan  Batu Bajanjang, yang dinilai dikerjakan asal jadi.”Agar tidak terlalu merugikan masyarakat dan supaya tidak berurusan dengan penegak hukum, sebaiknya pihak PT. Arpex segera memperbaiki jalan yang hancur di Sumiso dan Rangkiang Luluih, agar sesuai spek dan tidak merugikan masyarakat,” tutur Mak Inal (56) tokoh masyarakat Tigo Lurah, Senin (17/12). Selain itu, Mak Inal dan Walinagari Batu Bajanjang, Dahrul Asri, juga meminta pengawasan ketat dari Dinas PUPR Kabupaten Solok selaku Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan PPTK, harus ikut bertanggung jawab atas pengerjaan jalan tersebut agar tidak merugikan masyarakat.”Sebaiknya pihak PUPR juga ikut turun mengawasi supaya jangan ada kesan kongkolingkong antara rekanan dan Dinas PU,” sambung Mak Inal.
Sebelumnya, pengerjaan ruas jalan tersebut sudah disorot berbagai puhak, karena dinilai dikerjakan asal jadi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa pembangunan Jalan Kabupaten Solok berupa Paket A yang dikerjakan oleh PT. Arpex Primadhamor dengan  menggunakan dana DAK tahun 2018 pada dua ruas jalan yakni Ruas Jalan Ragkuang Luluih Sumiso dan ruas Rangkiang Luluih ke Batu Bajanjang dinilai masyarakat setempat dikerjakan asal jadi dan sarat ada unsur kongkolingkong.
Pengerjaan ruas jalan yang menggunakan dana DAK sebesar Rp 6.351.111.000 (Enam Milyar Tiga Ratus Lima Puluh Satu Juta Seratus Sebelas Ribu Rupiah). Pada kontrak juga disebutkan bahwa pengerjaan jalan dimulai tanggal 10 April 2019 dengan masa kerja selama 180 hari.”Kami melihat, karena kurangnya pengawasan, pada pengerjaan dua ruas Jalan ini, sehingga  dikerjakan asal jadi dan ada dugaan bahan yang digunakan juga tidak sesuai sama Spek dan yang tertulis di RAB,”  jelas Walinagari Batu Bajanjang, Dahrul Asri, Minggu (16/12). 
Disebutkan Dahrul Asri, dinilai asal jadi, karena belum sampai sebulan jalan sudah keropos dan rusak berat. “Masak  kontraktor sekelas PT. Arpex Primadhamor mengerjajan jalan asal-asalan, padahal jalan belum sampai sebulan sudah hancur, ” sambung Dahrul Asri.Dia juga menyebutkan bahwa jalan tersebut juga tidak ada truck atau kendaraan bermuatan berat yang membuat jalan cepat rusak.
“Ini pasti ada permainan antara rekanan dan pihak Dinas PUPR, kalau tidak mungkin jalan belum rusak,” ucap Mak Inal (55), tokoh masyarakat Batu Bajanjang. Pihaknya menduga keras ada permainan dan kongkolingkong dibalik pengerjaan proyek tersebut antara pihak kontraktor dan pihak Dinas PUPR Kabupaten Solok, sehingga berdampak pada mutu dan kualitas jalan masyarakat. Pihaknya juga menilai pengerjaan jalan yang diaspal hotmix ini terutama yang masuk Nagari Batu Bajanjang sepanjang 800 Meter yang dimulai dari Kampuang Tangah menuju Pangka Pulai atau ke kantor Camat Tigo Lurah juga tidak tahan lama karena sudah banyak yang terkelupas.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, melalui Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Solok, Ir. Elfiandi Ibrahim mengaku sudah menegur pihak rekanan dari PT. Arpex Primadhamor milik keluarga anggota DPR RI itu, untuk segera memperbaiki jalan yang rusak.”Kita sudah menegur pihak PT. Arpex untuk segera memperbaiki jalan yang rusak. Dan Minggu kemaren sebahagian sudah diperbaiki dan tinggal yang ruas Sumiso ke Rangkiang Luluih yang belum mereka perbaiki. Kalau tidak tuntas tentu tidak akan kita bayar,” jelas Elfiandi Ibrahim (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda