Masyarakat Guguak Sesalkan Sikap Walikota Sawahlunto Yang Terkesan Cuek: Pemakaman Korban Lakalantas Rombongan Walikota Sawahlunto Berlangsung Haru

0
18348

SOLOK, JN- Suasana pemakaman korban kecelakaan lalulintas atas nama Hasan Masril alias Simas yang bertabarakan dengan rombongan Mobil Patwal dari Polres Sawahlunto, yang sedang mengawal Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, yang datang dari kota Padang dan hendak menuju kota arang Sawahlunto, pada Jum’at tanggal 28 Juli 2017 lalu, berlangsung penuh duka dan haru.

Hasan Masril yang meninggal pada Sabtu di RS. M. Jamil Padang, dimakamkan di TPU keluarga, Kawasan Pasausang, Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Minggu (30/7). Pihak keluarga Hasan Masril, baik orang tua dan isteri serta anak-anaknya, tampak tidak kuasa menahan rasa pilu yang mendalam dan juga rasa sedihnya. Isteri Masril, Saleni (35) dan dua anaknya yang masih kecil, tampak beberapa kali dipapah dan jatuh pingsan. Bahkan sejak jasad almarhum hendak dibawa dari rumah duka di Jorong Tabek Panjang, Nagari Koto Gadang Guguak, suasana kesedihan terlihat jelas dari keluarga dan sanak saudaranya.  Ribuan masyarakat Guguak, seperti Koto Gadang Guguak, Jawi-Jawi Guguak dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, juga datang melayat ke rumah duka dan mengantar korban ke tempat peristirahatan terakhirnya. Bahkan beberapa karangan bunga juga tampak berjejer dari pejabat dan masyarakat sekitar. Sayangnya, tidak satupun kelihatan perwakilan dari Walikota Ali Yusuf atau Pemko Sawahlunto yang hadir di TKP. Hanya tampak rombongan dari Polres kota arang itu yang menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga dan juga mengantar ke pemakaman.

Ketidak hadiran Walikota Sawahlunto atau perwakilannya di rumah duka, mendapat kritikan tajam dari masyarakat Guguak dan Kabupaten Solok. Bahkan sejak usai kejadian lakalantas, Jum’at siang lalu, ratusan masyarakat dan tokoh masyarakat Guguak dan Sumbar, menyayangkan sikap Walikota  Sawahlunto, Ali Yusuf, yang tidak memperlihatkan rasa duka dan rasa sedihnya. “Kami tau bapak itu pejabat dan walikota pula lagi. Tapi kalau terjadi musibah begini turun dong dari mobil dan sampaikan rasa duka kepada keluarga korban, meski kecelakaan tidak satupun manusia yang disengaja, kecuali sengaja menabrak. Bagaimana kalau hal ini terjadi pada keluarga beliau?,” jelas tokoh masyarakat Guguak, Andi Alimin Sinapa, yang merupakan anak dari mantan Walikota Solok era 90-an. Andi juga menyebut bahwa walikota Ali Yusuf tidak ada mempunyai rasa kemanusian dan itikat baik. “Binatang saja ditabrak sopir dan penumpangnya turun, tapi ini rombongan kendaraan patwal dari Bapak pejabat yang menabrak, pejabatnya malah tidak turun dan juga tidak datang pada waktu pemakaman. Pada hal waktu kejadian dirinya melihat langsung anak dan pengendara motor ditabrak,” tambah Andi Alimin, dengan nada cukup tinggi. Selain Andi Alimin, puluhan komentar di Medsos, baik di akun Facebook, WA, Twiter dan lainnya mengejam sikap Walikota Sawahlunto Ali Yusuf itu.

Tokoh masyarakat Kabupaten Solok, seperti Israr Jalinus, juga menyebutkan bahwa yang menabrak memang bukan kendaraan walikota, tetapi mobil patwal yang mengawal rombongan beliau. “Ya seharusnya kalau beliau itu pejabat dan ini terjadi di Ranah Minang, harus beliau menunjukan sikap solider dan minta kepada keluarga korban. Kenapa harus takut, kan mereka dikawal oleh pihak keamanan seperti polisi. Saya rasa kalau ada itikad baik, masyarakat Guguak juga welcome kok,” ungkap mantan anggota DPRD Sumbar priode 2009-2014 itu. Kritikan tajam juga datang dari para walinagari di Kabupaten Solok, seperti yang diwakili Sekretaris Forum Walinagari Kabupaten Solok, Arnold Piliang yang juga walinagari Gantung Ciri, menyebut bahwa sikap walikota Sawahlunto seperti tidak punya hati. “Rombongan dari Polres Sawahlunto saja datang ke rumah duka dan bahkan Ibuk Kapolres Solok sendiri, AKBP Reh Ngenana, langsung turun ke rumah korban dan ke RSUD. Itu kan tanda itikad baik, beda dengan Bapak Wali Sawahlunto yang terkesan arogan itu,” terang Arnold Piliang.

Tokoh Pers Kabupaten Solok, Sawir Pribadi juga menyayangkan sikap walikota arang ini. “Seharusnya Bapak Walikota atau perwakilan datang dong minta maaf dan menyampaikan rasa duka, mereka kan pejabat publik dan sikapnya diperhatikan orang,” terang Sair Pribadi, yang meruapakan Redaktur sebuah media harian terkemuka di Sumbar.

Peristiwa lakalantas yang menabrak dua orang dua orang warga Nagari Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang, terjadi pada Jum’at kemaren. Waktu itu, rombongan Mobil Patwal dari Polres Sawahlunto, yang sedang mengawal Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, dari kota Padang yang hendak menuju kota arang Sawahlunto. Namun sesampai di  nagari Koto Gadang Guguak, kendaraan patwal menabrak seorang pengendara motor. Peristiwanya tepatnya terjadi  di Jalan Lintas Sumatera Solok-Padang, KM 16, dusun Bolai, Jorong Pasabaru, Nagari Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Sesuai informasi yang dihimpun Koran Padang di TKP, kendaraan mobil Patwal atau yang sering disebut foridjer, datang dari arah Kota Padang yang hendak menuju Kota Solok selanjutnya menuju Sawahkunto dalam kecepatan tinggi. Namun tiba di jorong Bolai, dari arah yang sama juga meluncur sebuah sepeda motor Jupiter Z, BA 5559 HA yang dikndarai oleh Hasan Masril alias Simas (25), warga jorong Tabek Panjang, nagari Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang, yang sedang memboncengi Fadli Ananda Putra (9), pelajar kelas 3 SD Negeri 06 Koto Gadang Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Malang bagi keduanya, saat Simas hendak membelokan motornya ke rumah Padli, kendaraan Patawal Walikota Sawahlunto yang juga dikendarai oleh anggota Polres Sawahlunto, tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan menabrak pengendara sepeda motor. Kejadian itu persis di depan BRI Unit Talang atau di Jorong Pasabaru, Nagari Koto Gadang Guguak.

Kontan saja, kejadian itu membuat kaget warga sekitar lokasi dan mereka langsung melakukan pertolongan kepada korban. Padli dan Simas yang luka parah, oleh warga setempat dan dibantu oleh anggota Polres Arosuka, membawa kedua korban ke RSUD Aosuka. Namun tidak lama usai mendapat pertolongan, korban Padli menghembuskan nafasnya yang terakhir karena terlalu banyak mengeluarkan darah. Orang tua korban, Iyet (40), saat tiba di RSUD Arosuka, tampak sangat terpukul dan beberapa kali jatuh pingsan. Sementara Suaminya Jhon, tampak menahan duka yang mendalam. Sementara Simas, mengalami luka berat dan dirujuk ke RS Pusat M. Jamil Padang, namun pada Sabtu kemaren juga menghembuskan nafas terakhirnya di RS M. Jamil.

Salah seorang warga Guguak, yang juga kakek korban Fadli, yang bernama Zul Ayah, cucunya Fadli merupakan pelajar kelas 3 SD 06 di Koto Gadang Guguk. Siang itu seperti biasa, dirinya usai pulang sekolah, dijemput oleh Simas untuk pulang ke rumahnya di Bolai, yang hanya berjarak 1, 5 KM dari sekolahnya. Namun saat sampai di depan rumah dan hendak menyeberang, kendaraan Patwal Walikota Swahlunto ini menabraknya. “Saya melihat ibu korban sangat terpukul atas kejadian itu dan belum bisa kita ajak bicara. Namun setahu saya Padli adalah anak yang baik dan menurut pada orang tuanya,” jelas Zul Ayah. Namun Zul ayah juga sangat menyayangkan, rata-rata kendaraan patwal yang membawa pejabat kecepatannya sangat tinggi dan terkadang membuat pengendara lain terkejut dan kaget. “Kalau bisa kendaraan patwal yang membawa pejabat harus ada aturannya, toh kita masyarakat juga mempunyai hak yang sama dalam menggunakan jalan raya,” sesal Zul Ayah. Dia juga sangat menyayangkan pejabat yang berada diatas kendaran itu tidak tutrun melihat korban menyatakan rasa penyesalannya. “Ya mungkin karena mereka pejabat, jadi kita tidak tau alsannya kenapa tidak menyatakan rasa penyesalannya,” tambah Zul Ayah. Cucunya Fadli juga sudah dimakamkan pada Sabtu di TPU keluarga di Koto Gadang Guguak, juga dalams suasana penuh haru.

Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Reh Ngenana, usai mendapat laporan langsung tutun menjenguk korban di RSUD dan tampak memberi semangat kepada keluarga Padli dan Simas. “Bapak dan Ibuk harus bersabar, karena mungkin ini adalah cobaan dari Allah. Do’akan saja semoga Almarhum diterima disisiNya. Kami juga ikut berduka yang sedalam-dalamnya atas kejadian ini,” jelas Kapolres AKBP Reh Ngenana, yang didampingi Kasatlantas Polres Arosuka, AKP Anggara Rustamoyo dengan raut muka yang sedih. Kapolres yang baik itu tampak beberapa kali mengajak ibu korban untuk tegar dan bisa menerima kejadian itu.

Luka yang mendalam juga datang dari keluarga besar SD Negeri 06 Koto Gadang Guguk, dimana teman-teman Padli juga datang ke rumah duka bersama majelis guru SD 06 dan Kepsek SD 06 Yendriwati ke rumah duka, untuk menyampaikan rasa duka kepada keluarga korban.

Sementara Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, yang dihubungi melalui Handphonenya di Nomor 0822882132xx, tidak juga memberi resfon hingga berita ini diturnkan (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda