Masalah Tapal Batas, Jadi Sorotan Tajam Dari Anggota DPRD Kabupaten Solok

0
306

SOLOK, JN- Pemerintah Kabupaten Solok di kritik tajam oleh angggota DPRD Kabupaten Bumi Penghasil Bareh tanamo tersebut, karena dinilai tidak serius menangani masalah tapal batas yang ada di Kabupaten Solok, termasuk penyelesaian masalah batas nagari dengan nagari, kecamatan dengan kecamatan dan tapal batas Kabupaten dengan Kabupaten.            “Saya melihat, masalah tapal batas ini, kalau tidak segera di bahas dan dibicarakan dari sekarang, maka dia akan tumbuh ibarat api dalam sekam. Bahkan juga akan menjadi dilematis bagi Pemerintah Daerah kedepannya,” tutur Anggota DPRD Kabupaten Solok, Jon Firnan Pandu, Senin (7/1). 
Ditambahkan Jon Pandu, pihak-pihak yang bersengkata, akan lebih cenderung mengedepankan argumentasinya untuk mempertahankan daerahnya, tanpa berpikir yang lebih luas lagi.  Bahkan kalau ini tidakdibicarakan, maka komplik horizontal di tengah masyarakat akan muncul,” tutur Jon Pandu. 
Politisi dari Partai Gerindra ini juga mencontohkan bahwa batas Kabupaten Solok dan Solok Selatan juga tidak jelas, termasuk batas Kabupaten Solok dengan Sawahlunto, Kabupaten Solok dengan Kota Padang serta Pesisir Selatan, Dhamasraya dan lainnya. “Untuk itu, saya berharap agar masalah batas nagari dengan nagari, kecamatan dengan kecamatan dan Kabupaten dengan  Kabupaten, bisa kita bicarakan lebih rinci, sehingga tidak muncul komplit dibelakang hari,” terang Jon Pandu.
 Sementara anggota DPRD Kabupaten Solok lainnya, Marson Sutan Kayo, juga berharap agar seluruh wilayah Kabupaten Solok yang berpotensi komplik, seharusnya sudah dicarikan solusinya sejak awal. “Saya melihat, tidak ada keseriusan kepala daerah dalam untuk menuntaskan masalah ini. Padahal masalah tapal batas sangat sakral untuk diselesaikan, karena kalau tidak akan bisa membawa komplik bagi daerah yang bersengketa,” Marson.
         Dijelaskannya, yang penting diperjuangkan saat ini adalah daerah Sibarambang yang kaya dengan penghasil pasir dan batu kali serta hasil ikan, dan menjadi mata pencaharian bagi warga perbatasan. Disana juga memilikideposit tambang yang cukup potensial  dan berbatas langsung dengan kota Sawahlunto dan memang mendesak diselesaikan.karena itu pihaknya cenderung menantang peran aktif camat X Koto Diatas dan wali nagari untuk membicarakannya dengan lembaga di nagari serta kota Sawahlunto (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda