Mantan Sekda Solok Selatan Kembali Menjalani Persidangan

0
919
PADANG,JN- Untuk yang kedua kalinya, mantan sekretaris daerah (Sekda) Solok Selatan, Adril DT. Bandaro Kuniang, menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  (tipikor), jalan raya Bay Pas Kota Padang pada, Kamis (4/1). Dalam sidang tersebut, terdakwa Adril diduga melakukan tindak pidana korupsi terhadap  APBD tahun anggaran 2010.
Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Solok Selatan, perbuatan terdakwa telah merugikan negara. ” Dalam perhitungan BPKP bahwa, perbuatan terdakwa telah merugikan negara sekitar Rp 512 juta,” kata JPU Gema Wahyudi saat membacakan dakwaannya.
Selain itu  JPU menambahkan,  perbuatannya terdakwa telah melanggar pasal 2,3 dan 8 tentang Undang-Undang korupsi. Atas dakwaan JPU, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) yakninya Hengky bersama tim, mengajukan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan JPU.  Sidang yang diketuai oleh Sri Hartati beranggotakan R Ari Muliady dan Zaleka, memberikan waktu selama satu minggu. ” Baiklah sidang ini kita tunda dan dilanjutkan kembali pada 11 Januari 2018 mendatang,” tegasnya.
Di luar persidangan JPU menyebutkan kepada awak media bahwa, terdakwa Adril DT. Bandaro Kuniang, pada tahun 2010, menjabat sebagai Sekda di Solok Selatan. Pada waktu itu ada pencairan dana sejumlah Rp 500 juta, yang mana harus dibagi kepada sembilan bagian. Namun pada faktannya ada beberapa bagian uang tersebut yang tidak disalurkan, tetapi malah dipergunakan untuk kepentingan lain. Sehingga uang tersebut, tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Dalam perkara tersebut, terdapat dua terakwa lainnya, yang mana sama-sama menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Padang.  Namun dalam perkara tersebut berkasnya, terpisah dan juga hakimnya pun berbeda. Lebih lanjut JPU menambahkan, perbuatan terdakwa telah merugikan negara sekitar Rp 512 juta yang sudah dihitung oleh BPKP. Tak hanya itu terdakwa juga sudah melanggar pasal 2,3 dan 8 Undang Undang RI tentang tindak pidana korupsi.
Sebelumnya terdakwa Adril DT.Bandaro Kuniang pernah divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Padang, pada tahun 2014 lalu. Terdakwa didakwa oleh JPU diguda melakukan korupsi atas dana kas belanja perjalanan dinas, di Bagian Umum Setkab daerah itu tahun anggaran 2009. Dalam pertimbangan majelis hakim, terdakwa dinyatakan tidak bersalah dan divonis bebas (mep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here