Majelis Hakim PN Padang Turunkan Vonis Kurir Shabu  

0
42

PADANG,  JN- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) kelas I A Padang, memvonis bersalah, terdakwa Chandra Restu Tama (27 tahun), yang  terjerat kasus narkotika jenis shabu-shabu seberat 4.864,969 gram. Dalam sidang tersebut, majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana selama 15 tahun kurungan penjara. Tak hanya itu, majelis hakim memerintahkan terdakwa Chandra Restu Tama, untuk membayar denda sebayak Rp 2 miliar. Bila tidak bayar maka diganti hukuman pidana penjara selama enam bulan.

” Bahwa perbuatan terdakwa Chandra Restu Tama, telah memenuhi unsur dakwaan primer,” kata hakim ketua sidang Purba dengan didampingi hakim anggota Agnes Sinaga dan Inna Herlina, saat membacakan putusan di PN Padang, Rabu (28/11).
Majelis hakim juga berpendapat, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika. Majelis hakim juga menilai terdakwa terbukti, melanggar pasal 114 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 tahun 2009, jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika
Terhadap vonis tersebut, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Anna Mardiah, mengaku menerima vonis dari majelis hakim. Vonis yang diberikan majelis hakim, kepada terdakwa Chandra Restu Tama, dinilai terlalu ringan bila dibandingan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan hukuman pidana selama 20 tahun penjara, denda sebanyak Rp 2 miliar dan subsider 1 tahun penjara. Usai sidang terdakwa terlihat menangis, sambil mengusap air mata nya dengan lengan baju. Setelah itu terdakwa dikawal oleh polisi berlaras panjang menuju sel PN Padang.
Dalam dakwaan disebutkan kejadian berumula pada 25 Mei 2018, saat itu terdakwa Chandra Restu Tama  yang berada di tempat kosannya berada beralamat di Serang Banten, bersama rekannya Bayu Hardono berencana pergi ke Kota Padang sebagai kurir. Setiba di Kota Padang terdakwa Chandra Restu Tama dan Bayu Hardono, menginap di hotel Axana. Pada keesokan harinya terdakwa dan Bayu pindah hotel.
Pada 30 Mei 2018 Johan (DPO) memerintahkan Bayu untuk mengambil kunci kamar di lobi hotel, dimana dalam kamar tersebut terdapat tujuh paket narkotika serta timbangan. Selanjutnya Bayu menyuruh terdakwa Chandra Restu Tama pindah ke hotel Amaris dengan membawa dua koper berisikan narkotika jenis sabu-sabu. Terdakwa Chandra Restu Tama akhirnya pindah hotel sambil membawa koper.
Sesampainya di hotel Amaris, terdakwa Chandra Restu Tama menghubungi Bayu, dan Bayu pun memerintahkan terdakwa untuk membungkus shabu shabu tersebut kedalam bungkusan plastik makanan. Sekira pukul 19.00 WIB terdakwa Chandra Restu Tama dijemput rekannya bernama Evi dengan tujuan keliling Kota Padang.
Pada 1 Juni 2018 polisi Polda Sumatra Barat (Sumbar) yang telah mencium gerak gerik terdakwa langsung menuju hotel tempat terdakwa menginap.  Sekitar pukul 00.03 WIB polisi menuju kamar hotel terdakwa, saat digeledah ditemukan lima paket besar sabu-sabu dan dua paket kecil sabu-sabu, satu timbangan, dan satu unit hand pone, serta alat pres. Dari hasil timbangan pegadaian jumlah berat barang bukti yakninya 4.864,969 gram atau melebihi lima kg. Akibatnya terdakwa yang merupakan warga Cilegon, Provinsi Banten, mendekam di balik jeruji besi. (eko)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda