Ledakan di Kampung Melayu Diduga Bom Bunuh Diri

0
793

Serangan yang diduga ‘bom bunuh diri’ terjadi di terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (24/05) malam, dengan seorang polisi meninggal, seorang pelaku dan empat lainnya luka-luka.

“Telah terjadi bom, sementara diduga adalah bom bunuh diri, sementara pelakunya satu orang. sedang diidentifikasi jadi belum bisa dipastikan siapa. Korban enam orang, satu orang pelaku itu sendiri dan lima orang anggota Polri … ketika sedang melaksanakan tugas pengamanan sekelompok masyarakat yantg sedang berpawai di seputar Kampung Melayu,” kata Wakapolri Komjen Syafruddin kepada para wartawan.

“Dari lima anggota Polri, satu orang dipastikan meninggal dunia … yang lain luka-luka sedang dirawat di rumah sakit,” tambah Syafruddin.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya melalui akun Twitter menyebutkan pada pukul “21:46 (WIB) Ledakan di dekat terminal Kp Melayu diduga bom bunuh diri”. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo dikutip Metro TV yang mengatakan terjadi dua ledakan. Mutriadi, warga yang melintas di lokasi kejadian kepada BBC Indonesia mengatakan, “Ledakan terjadi di halte Trans Jakarta di Kampung Melayu orang-orang langsung panik. Saya melihat sendiri ‘pelakunya’ meninggal dunia di tempat kejadian.””Saya kaget. Bisanya saya melintas Kampung Melayu selepas kerja dan aman-aman saja, sekarang terjadi insiden seperti ini,” tambahnya. Seorang saksi mata lain, Sultan Muhammad Firdaus, mengatakan seperti dikutip Kompas TV, ia mendengar dua kali ledakan dengan selang sekitar 10 menit. “Ledakannya cukup keras, dan saya dapat mendengarnya dengan jelas,” katanya. “Imbas penanganan ledakan di Kampung Melayu, Casablanca arah ke Pondok Bambu lalin padat,” tulis Twitter Polda Metro. “Polri lakukan pengamanan ledakan di Terbus Kampung Melayu Jaktim, sementara lalin dialihkan. #KamiTidakTakut,”

Seperti yang dikutip dari Wartawan BBC Indonesia Ging Ginanjar yang melewati kawasan itu mengatakan “Jalan Casablanca ke arah Kampung Melayu macet total, ambulans meraung-raung menuju lokasi ledakan,namun kesulitan bergerak.” Beberapa foto beredar di media sosial dan juga melalui group percapakan WhatApp yang disebutkan sebagai korban. Sejumlah pengguna media menyerukan agar foto-foto itu tidak disebarkan.agar gambar jenazah tak disebarkan.

Akun dhani‏ @arman_dhani antara lain menulis, “Kalau punya rekaman video/foto yang menunjukkan korban ledakan kampung melayu, mohon gak disebarkan. Tak perlu membantu menyebarkan teror,” sementara Yusuf Muhammad‏ @yusuf_dumdum menyatakan, “Maaf foto2 yg trjadi (foto-foto yang terjadi) ledakan bom di Kampung Melayu saya hapus, karena kita tidk ingin kelompok teroris tertawa! Kita lawan #KamiTidakTakut.”. Imam Wahyudi, anggota Dewan Pers juga menyatakan himbauan yang sama.

“Teman….publikasi adalah oksigen bagi terorisme. Jika punya gambar-gambar aksi teror yang menimbulkan kengerian dan ketakutan, sebaiknya kita stop sampai di gadet kita. Karena jika kita viralkan, secara tidak langsung kita membantu menyebarkan ketakutan yang menjadi tujuan dari terorisme,” tulis Imam (BBC Indonesia/Berbagai Sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here