Lagi Tahanan LP Kelas II B Laing Solok Kabur

0
1464

SOLOK, JN – Tahanan Lapas Kelas II B Solok kabur, dengan cara memanjat pagar yang dilengkapi kawat berduri setinggi kurang 4 meter. Yusuf (34) yang merupakan tahanan titipan Polres Arosuka ini kabur, dengan cara berpura-pura kentut ketika melaksanakan shalat berjamaah di Mushala Lapas Kelas II B Solok, Sabtu (23/12).

Kemudian ia menyelinap, dan mengambil ulang wudu, ketika melihat situasi aman dan tidak ada petugas, seketika Yusuf melaksanakan niatnya untuk kabur dengan memanjat pagar tersebut. Yusuf berhasil melewati kawat berduri itu, meskipun harus mengalami luka-luka.

Yusuf melompat kehalaman depan, aksi pelakupun terlihat oleh Taping Lapas Kelas II B, yang kemudian berteriak-teriak ada tahanan kabur, sehingga terdengar oleh petugas Lapas yang lain dan langsung mengejar pelaku.

Pelaku diketahui lari kearah semak belukar yang tidak jauh dari lapas. Petugas lapas langsung berkoordinasi dengan pihak Mapolres Solok Kota, kemudian petugas Lapas dan Polisi langsung mengepung lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian tahanan kabur itu.

Kemudian petugas menyisir seluruh semak belukar menggungakan kayu, tak disangka kayu petugas tersebut, mengenai pelaku, yang meringis kesakitan. Karena terkepung pelakupun pasrah, dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

Kepala Lapas Kelas II Solok, Karto Raharjo mengatakan, pelaku pura-pura kentut, kemudian berpura-pura ambil wudu, ketika situasi lengah, diapun kabur dengan memanjat pagar lapas. Menurut Karto pelaku telah lama mengintai gerak – gerik petugas, sehingga telah hapal kondisi untuk kabur,”Pelaku adalah tahanan titipan dari Polres Arosuka dan baru selama 20 hari dititip disini,”katanya.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan mengatakan pihaknya mendapat laporan adanya tahanan kabur, dan langsng menuju lokasi bersama anggotanya. Sampai dilokasi Kapolres bersama dengan petugas Lapas langsung mencari pelaku hingga kesemak belukar. Kemudian salah seorang Taping yang bernama Hermariko, memberitahukan bahwa dia melihat orang tak dikenal berlari ke semak-semak.

“Warga binaan itu, memanjat tembok, pada saat itu petugas dan warga binaan lain sedang melaksanakan shalat, pada saat itu dia mengambil momen untuk melarikan diri, dari samping lapas, dapat dilihat pengaman bagian atas dinding kawatnya dalam keadaan bengkok, dan terdapat bekas jari kaki, setelah berhasil diamankan tahanan itu langsung dibawa untuk mendapat perawatan dan pengamanan,” kata Dony.(van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here