Korban Mengalami Kerugian Rp 15 Juta: Herman Korban Hipnotis di Pasar Surian Janji Tangkap Pelaku

0
5031

SOLOK, JN–Sejak mulai hilangnya issu sosok misterius berupa manusia telanjang yang mentero warga Surian Kecamatan Pantai Cermin satu bulan lalu, kali ini warga setempat diebohkan dengan pelaku hipnotis yang mengincar korbannya bernama Herman (55), warga Jorong Cubadak, Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Selasa siang (31/10).

Kronologisnya kejadiannya bermula saat Herman bersama isterinya akan berbelanja di pasar Surian, Kecamatan Pantai Cermin pada Selasa sekitar jam 11.30 WIB, di mana pada hari tersebut merupakan hari Pasar di Surian yang ramai dikunjungi oleh pedagang dan pembeli dari berbagai nagari yang ada di Pantai Cermin, Lembah Gumanti dan dari Kabupaten Solok Selatan. Hal yang sama juga sudah rutin dilakukan pasangan Herman dan isterinya, dimana pada hari naas itu dia mengantar isterinya berbelanja ke pasar untuk keperluan sehari-hari.
Saat isterinya berbelanja, Herman duduk menunggu disebuah kedai milik warga setempat yang bernama Jhony. Pada saat itulah datang tiga orang pria tidak dikenal menghampirinya. Herman diajak ngobrol, lalu dibawa naik mobil menuju Rumah Makan Mitra, yang berjarak sekitar 3 KM arah Nagari Lolo. Entah kenapa, Herman menurut saja ketika diajak oleh tiga orang tersebut. “Entah kenapa saya mengikuti saja apa yang dikatakan tiga orang itu, hingga mengajak saya pergi makan siang ke Rumah Makan Mitra di Lolo. Saya benar-benar tak kuasa menolak, seakan sudah kena guna-guna,” jelas Herman, kepada petugas Kepolisian Sektor Pantai Cermin.
Sesampai di Rumah Makan Mitra, ketiga orang itu meminta jam tangan, 1 buah HP Merek Samsung dan 10 emas. Kerugian korban akibab hipnotis tersebut mencapai Rp 15 Juta. Usai dipreteli, korban diturunkan tidak jauh dri rumah makan Mitra dan ketiga pelaku yang menggunakan mobil Avanza warna hitam, meluncur arah ke Alahan Panjang. Setelah ditinggal ketiga pelaku hipnotis, Herman baru sadar kalau dirinya sudah kena tipu. “Lalu saya balik ke pasar dan menceritakan kejadian itu kepada isteri dan warga sekitar dan isteri saya langsung menjerit isteris hingga mengundang perhatian warga,” jelas Herman di kantor Mapolsek Pantai Cermin.
Anehnya Herman yang diantar anggota kepolisian bernama Bigadir Roma Rosen, untuk membuat laporan ke Mapolsek Pantai Cermin, Herman tidak mau membuat Laporan Polisi (LP). Bahkan juga sudah disarankan oleh Kapolsek Pantai Cermin, Iptu Iwan Ariadi, agar korban membuat laporan. Namun korban bersikeras tidak mau dan berjanji akan menangkap ketiga pelaku hipnotis. “Saya akan membuat laporan kalau ketiga orang itu sudah tertangkap oleh saya sendiri dan saya akan cari kemanapun larinya,” ujar Herman, kepada petugas kepolisian Mapolsek Pantai Cermin. Korban Hipnotis yang di Pasar Surian pada Selasa Siang, menjerit bersama isterinya setelah sadar dirinya kena tipu oleh tiga orang pelaku yang menggunakan mobil Avanza warna hitam dan kerugian pasutri ini mencapai Rp 15 juta.
“Kita sudah menyarankan agar korban membuat laporan polisi, tapi korban tidak mau. Bahkan juga sudah dibujuk oleh Bapak Camat Pantai Cermin Bapak Syaiful Anwar yang pada saat kejadian juga sedang mengantar isteri beliau berbelanja ke pasar Surian,” jelas Kapolres Arosuka, AKBP Reh Ngenana, melalui Kapolsek Pantai Cermin, Iptu Iwan Ariadi.

Menurut salah seorang warga setempat Jhony Tailor (50), Bapak Herman rutin berbelanja setiap Selasa dan duduk di kedai miliknya. “Waktu kejadian, saya mengira ketiga orang itu kenal sama Bapak Herman, namun taunya tukang Hipnotis,” jelas Jhony (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here