Komplik Kepentingan: BPN Padang Dilaporkan ke Ombudsman

0
108

PADANG, JN- Eksekusi damai yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Padang atas objek perkara No65/Pdt.G/1990/PN.PDG   jo   No   65/Pdt/1991/PT.PDG   jo   Mahkamah   Agung   RI   Reg.No.3521  K/Pdt/1991.
  Eksekusi No.21/Eks.Pdt/2018/PN.PDG,  Berita   Acara tertanggal 16 Oktober 2018, terhadap eksekusi tersebut segala hak dan/atau kepemilikan orang lain yang ada diatasnya secara hukum telah beralih kepemilikanya kepada Syamsul Bahri  Cs.  Terhadap   hal tersebut   pada   tanggal  20 Desember   2018   diajukan   Surat Nomor 61/MLO-B/XII/2018 Perihal Pencatatan Buku Tanah Pemblokiran Hak Secara Tetap   dan   Menghentikan (tidak   memproses) seluruh   peralihan hak   dalam   bentuk pemecahan   balik nama,   serta   Proses   hak   lainya   atas   Sertifikat   Hak   Milik   No.730 sekarang No.2897/2009 dengan Surat Ukur No.1633 tanggal 28 Januari 2009 berikut perubahan-perubahannya,   terhadap   surat   yang   disampaikan   kepada   Kepala   Kantor Agraria   dan   Tata   Ruang/Badan   Pertanahan   Nasional   (BPN)   Kota   Padang   tidak   ada tanggapan bahkan surat tersebut ketika dikonfirmasi masih berada di ruang Kepala Kantor dan masih ditelaah untuk ditindak lanjuti.

“Karena tidak ada kepastian dan ada unsur kesengajaan serta keberpihakan dari BPN Kota   Padang   terhadap   nama   yang   tertera   di   sertifikat   yaitu   Irwan   Prayitno sebagai Gubernur   Sumbar,   sehingga  peroses   pemblokiran  tersebut   tidak   dilaksanakan. Padahal semua persyaratan administrasi telah dilampirkan termasuk bantahan/perlawananyang diajukan oleh Irwan Prayitno ke Pengadilan Negeri Padang,” jelas pelapor Mevrizal. 
 Disebutkannya,  perkara tersebut adalah Perdata Nomor  166/Pdt.Bth/2018/PN.PDG   dan   berita   acara   Aanmaning   Eksekusi No.21/Eks.Pdt/2018/PN.PDG, terhadap   surat   permohonan   pemblokiran   tersebut   tidak   ditanggapi   oleh   BPN   Kota Padang tanpa alasan yang jelas.
Dutambahkannya,  karena tidak ada tanggapan tersebut, maka pada tanggal 22 Januari 2019, Kepala BPN Kota Padang dilaporkan ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Barat.
“Kita patut menduga bahwa BPN Kota Padang telah melakukan  abuse ofpawer atau penyalahgunaan kekuasaan dan konfilik kepentingan dengan Irwan Parayitno sebagai   Gubernur. Termasuk ketidak   profesionalan   BPN  Padang yang terlihat   dari   susahnya   mendapatkan informasi, surat tidak ditemukan, dan/atau surat belum dipelajari dan ditelaah,” tutur Mevrizal.

Padahal menurutnya,  surat tersebut sudah satu bulan lebih, setiap dilakukan konfirmasi ke BPN Kota Padang. “Saya mlihat bahwa sangat jelas sekali keberpihakannya kepada penguasa, sehingga sumpah jabatan sebagai abdi negara terabaikan,” pungkas Mevrizal.

Sementara Kepala BPN Kota Padang,  Junaidi saat dikomfirnasi prihal tersebut Hp yang bersangkutan sedang tidak aktif (wandy) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda