Komflik Berdarah Antara Anggota Fraksi PPP di Ruang Ketua DPRD, Masih Menjadi Topik Hangat di Kalangan Masyarakat Kabupaten Solok

0
1862

SOLOK, JN–Suasana pencorengan lembaga DPRD Kabupaten Solok akibab komflik internal yang terjadi antara sesama anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) antara Yondri Samin, SH dan Dendi, SA.g, masalah perebutan pimpinan, masih menjadi topik hangat di kalangan masyarakat Solok dan juga saat sidang Paripurna DPRD Kabupaten Solok berlangsung, hari Selasa (26/9).
Para anggota dewan, pegawai dan wartawan, masih penasaran dengan kelanjutan cerita yang terjadi antara dua anggota Fraksi partai berlambang Kabbah itu. Kisruh yang terjadi kemaren di ruang Ketua DPRD Kabupaten Solok, adalah untuk membahas masalah pengganti pimpinan Wakil Ketua DPRD dari Yondri Samin ke Dendi, sesuai amanat Partai PPP Kubu Romi Nomor 137/IN/DPP/IX/2017, yang ditandatangani langsung oleh Romi dan Sekjen PPP H. Asrul Sani, yang meminta Yondri Samin diganti dengan Dendi. Ketua DPRD
Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal yang akan diminta komfirmasinya amsalah ini tidak berada di tempat. “Bapak Ketua sedang ada acara di Kubung,” jelas Staffnya, Syafrizal Dedi.
Kisruh antara Dendi dan yondri Samin terjadi Dendi mendesak Sekwan dan Ketua DPRD untuk membacakan surat DPP yang sudah dimasukan ke Sekretariat. Namun Yondri Samin juga meminta Sekwan untuk mempelelajari surat tersebut sesuai aturan yang berlaku. Sehingga terjadi cekcok di ruang Ketua DPRD yang menyebabkan dua meja pecah dan Yondri Samin dilarikan ke RSUD Arosuka Kabupaten Solok. setelah mengalami luka di bagian jempol kananya dan mendapat dua jahitan karena pecahan kaca. Kejadian itu berlangsung di ruang Ketua DPRD dan disaksikan oleh anggota DPRD lainnya, seperti Azwirman, Jasril Anan, Gusnadi dan Ketua DPRD, H, Hardinalis Kobal.
Sebenarnya hal itu sudah terlihat sejak waktu rapat pimpinan DPRD bersama ketua-ketua fraksi di DPRD Kabupaten Solok. Rapat terbatas itu ikut dihadiri Wakil Ketua DPRD Yondri Samin dan Ketua Fraksi PPP Dendi. Rapat membahas surat dari DPC PPP Kabupaten Solok yang diketuai Saadudin AS, ke DPRD Kabupaten Solok terkait pergantian Yondri Samin dari jabatan Wakil Ketua di DPRD setempat. DPP PPP Pusat melalui DPC PPP Kabupaten Solok sendiri menunjuk Dendi sebagai penganti jabatan Yondri Samin sebagai Wakil Ketua. Lantaran tak terima keputusan itu, Yondri Samin juga memasukan surat pembelaan dirinya kelembaga terhormat itu.
Untuk mengatasi masalah internal partai dan surat yang masuk ke DPRD Kabupaten Solok, Ketua DPRD Kabupaten Solok Hardinalis Kobal mengambil kendali, Hardinalis bersama unsur pimpinan terdiri dari Wakil Ketua DPRD dan seluruh ketua Fraksi menggelar rapat di ruang ketua DPRD Kabupaten Solok. Disisnilah awal mula petaka itu, saat rapat dipimpin Ketua DPRD Hardinalis Kobal, adu mulutpun terjadi. Dendi yang ditunjuk oleh DPC PPP Kabupaten Solok sebagai Wakil ketua DPRD mengantikan posisi jabatan Yondri Samin meminta surat dari DPC dan surat pembelaan dari Yondri Samin dibacakan saat sidang paripurna. Namun Yondri Samin tidak menerima hal itu begitu saja, saat rapat sedang berlangsung mengeluarkan kata-kata yang mengatakan Dendi anak-anak dan apa keistimewaannya, Dendi langsung tak terima dan langsung naik pitam dan menendang meja kaca yang dikelilingi para Pimpinan DPRD dan Pimpinan Fraksi. Kontan saja meja kaca tersebut pecah berkeping-keping dan langsung diamankan Satpol PP. Salah satu kepingan besar kemudian dipungut Yondri. Bermaksud hendak melemparkannya ke Dendi, niat Yondri tersebut keburu dihalangi yang hadir. YondriSamin dilarikan ke rumah Sakit dan selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Mapolres Arosuka. “Saya tidak terima dikatakan paja (anak-anak) di saat rapat resmi seperti itu. Kita ini wakil rakyat, bukan anak-anak,” ujarnya.
Kejadian di DPRD Kabupaten Solok itu, sangat disayangkan banyak kalangan, termasuk LSM, wartawan dan tokoh masyarakat Kabupaten Solok. “Kalau hanya berebut kekuasaan, kan hal itu sangat memalukan dan benr kata Gusdur DPRD itu lembaga anak-anak,” jelas Ketua LSM Perak, Yemrizon. Maslah ini menurut Yemrizon, adalah puncak dari gunung es akibab konflik internal antara kubu Djan Faridz dan Romahurmuziy yang sama-sama mengklaim sebagai DPP PPP yang sah. Kisruh di tingkat pusat ini kemudian merambah Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Solok Dampak dari terpecahnya kepengurusan dari tingkat pusat ke DPC ini tentu saja pada status anggota DPRD saat ini. Jika kubu Romahurmuziy yang diakui pemerintah, maka ada anggota DPRD Kabupaten Solok terancam PAW (pergantian antar waktu).Sebaliknya, jika kubu Djan Faridz yang diakui, maka juga ada anggota DPRD Kota dan Kabupaten yang terancam PAW (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here