Kinerja Saber Pungli Kabupaten Solok Dipertanyakan

0
685

SOLOK, JN-Sejak dibentuk awal bulan Februari 2017 lalu, kinerja Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) untuk memberantas korupsi di Kabupaten Solok hampir belum memperlihatkan giginya.

Bahkan boleh dikatankan, Tim Saber Pungli yang diketuai oleh Ketua Wakapolres Solok Arosuka, Wakil Ketua I, Inspektorat Daerah Kabupaten Solok, dan Sekretaris, Kabag Ops Polres Solok Arosuka dengan dilengkapi anggota yang lebih dari 60 orang ini, minim prestasi. Kecuali hanya sekali, yakni sewaktu melakukan penangkapan terhadap oknum pegawai di Dinas Perhubungan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT), terkait pungli di UPT Pengujian Kendaraan bermotor(KIR) di bumi bareh Solok itu dengan BB yang juga dibawah Rp 200 ribu. Sejak itu, nyaris tidak terdengar lagi kerja Tim Saber Pungli. “Entah masih ada tau tidak, yang jelas saya tidak melihat lagi kinerja Tim Saber Pungli dan juga kinerja Unit Tipikor dari Polres Solok, padahal hampir di setiap SOPD terdengar berita miring dan terjadi banyak pelanggaran,” jelas Ketua LSM Perak Kabupaten Solok, Yemrizon Dt Penghulu Nan Sati, Rabu (1/11).

Kritikan tajam Yemrizon Dt Penghulu Nan Sati ini, memang sangat beralasan, sebab di daerah lain, setahun dibentuk Tim Saber Pungli sudah lebih dari 50 kasus yang melakukan di OTT, termasuk di Kota Banda Aceh dan daerah lainnya. Sementara di Kabupaten Solok minim hasil. Sementara Bupati Solok sebagai Dewan Penanggungjawab dan Kapolres Solok sebagai Wakil Penanggungjawab, juga berharap kinerja Tim ini bisa maksimal dalam menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih. Celah yang banyak terdapat dalam penyelahgunaan jabatan ini adalah seperti di jajaran penyelenggara pendidikan, mulai dari dinas terkait hingga sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Solok, Dinas Perizinan, Pencairan dana hibah dan bantuan sosial, birokrasi kepegawaian, pendidikan, dana desa, pelayanan publik (Kantor Samsat/RSU, dan lainya), pengadan barang dan jasa, dan kegiatan lain yang mempunyai risiko penyimpangan/kegiatan pungli yang meresahkan masyarakat.
“Kalau tidak salah tugas Satgas Saber Pungli memiliki 4 fungsi, yakni, intelijen pencegahan dan sosialisasi, penindakan serta yustisi. Satgas saber pungli juga diberi kewenanagan untuk melaksanakan operasi tangkap tangan atau OTT sesuai dengan pasal 4 huruf D Peraturan Presiden, tapi hal ini tidak terlihat di Kabupaten Solok,” jelas Yemrizon.

Disebutkan Yemrizon, di Banda Aceh saja sejak dibentuk setahun yang lalu, tim saber pungli setempat sudah mengungkap sebanyak 46 kasus tangkap tangan yang ditemukan Satgas Saber Pungli. Dari 46 kasus itu sudah ditetapkan 83 tersangka dengan barang bukti uang senilai Rp 796 juta,” Yemrizon.
Selain mengkritik tajam kinerja Tim Saber Pungli, Yemrizon juga mengkritik kinerja Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dan Tim Tipikor Polres Solok yang sampai saat ini setiap kasus yang masuk belum jelas duduk perkaranya, seperti kasus Dinas Pendidikan atau juga kasus KONI lama. “Banyak unit yang dibentuk di Kabupaten Solok, tetapi tidak berjalan maksimal, seperti Tim Saber Pungli, BNN, namun tidak tampak kinerjanya,” jelas Yemrizon.
Sementara pengacara kondang, Hartono, SH, MH. M. Hum yang dihubungi via handphonenya menyebut bahwa jika sebuah unit kerja tidak berjalan maksimal, lebih baik dibubarkan saja, sebab hanya akan menghabiskan anggran yang ada. “Kalau tidak bekerja, buat apa dibentuk toh yang dirugikan masyarakat juga,” jelas Hartono, yang juga Dosen Hukum di Universitas Indonesia (UI) Depok itu (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here