Keruk Bukit Tanpa Izin, Penambang Ilegal Ditangkap Polres 50 Kota

0
164

LIMAPULUH KOTA, JN-Penambangan Ileggal Galian Tanah Uruk menggunakan Alat Berat di Jorong Gurun, Nagari Gurun, Kecamatan Harau, berhasil diungkap Satreskrim Polres Limapuluh Kota. Satu orang tersangka diamankan, Senin (13/1).

Ia adalah operator Alat berat bernisial RS (27), warga Jorong Koto Tangah Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota yang juga pemilik lahan.

“Benar, dari razia tambang illegal yang kita lakukan didua titik kemarin, kita mengamankan satu orang tersangka,” ujar Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Sri Wibowo melalui Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther didampingi KBO Satreskrim IPTU Army Ariosa, Kasubag Humas AKP Yuhelman dan Dantim Reskrim AIPDA Bainur, Rabu (15/1).

Saat melakukan penangkapan alat berat excavator komatsu PC 200 warna kuning tersebut, sedang beroperasi melakukan galian terhadap tanah uruk, saat itu belum ada mobil yg sedang mengangkut bahan galian tanah tersebut.

Setelah mengamankan pelaku polisi juga memasang Police Line terhadap alat berat yang digunakan pelaku. Tidak hanya itu, pada razia tambang ilegel Satreskrim Polres Limapuluh Kota juga menyisir lokasi lainnya di Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.

Namun dilokasi itu itu tidak ditemukan adanya tanda-tanda aktivitas pertambangan, diduga lokasi tersebut telah ditinggalkan sejak dua pekan lalu. “Dari dua tempat itu, hanya satu yang masih beroperasi.”tutupnya.

Untuk pengusutan lebih lanjut, alat berat telah diamankan di Mapolres Limapuluh Kota, Kawasan Ketinggian Sarilamak.(rdo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda