Kejari Padang Kembali Tangkap Buronan Kasus Korupsi

0
208
PADANG, JN- Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang berhasil menangkap, mantan kasi Bimbingan Penyuluh Bina Usaha Tenaga Kerja  Transmigrasi dan juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), di Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigasi Provinsi Sumatra Barat, Edi Warlis (60 tahun).
Edi Warlis yang terjerat kasus dana proyek Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigasi (P4T) di Kabupaten Dharmasraya dan Solokselatan, ditangkap di Lubuk Buaya, Kota Padang, sekitar pukul 09.15 WIB pada hari,  Sabtu (17/11).
” Ya benar kami sudah melaukan penangkapan terpidana atas nama Edi Warlis, yang beberapa tahun ini ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Dia dieksekusi sesuai dengan keputusan dari Makamah Agung (MA),” katanya kepada Koran Padang.
Lebih lanjut ia menyebutkan, saat ini terpidana sudah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP), Muaro Padang. ” Sebelum di bawa ke LP Padang, sesuai dengan prosedur dilakukan terlebih dahulu adminitrasi dan cek kesehatan,” sebutnya. Dalam penangkapan tersebut, terpidana kasus korupsi ini, tidak melakukan perlawanan. Sementara itu Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Padang, Ferri Ritonga, menuturkan saat terpidana dibawa ke LP, terpidana didampingi istrinya.
” Sewaktu terpidana kita amankan, yang bersangkutan didampingi oleh istrinya dalam rangka menyelesaikan admitrasi, setelah itu baru kita bawa ke LP Muaro Padang, untuk menjalani masa hukuman,”  tuturnya.
Penangkapan yang dipimpin langsung,  Muhsanan, menjelaskan pihaknya sudah melakukan pengintaian.  ” Memang cukup kewalahan dalam menangkapnya, karen dia sering berpinda-pindah tempat , setelah mendapatkan keberadaannya kami lansung bergerak,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, eksekusi terhadap  terpidana Edi Warlis, berdasarkan putusan MA RI nomor 2639 K/Pidsus/2010 pada tanggal 27 April 2011. Dalam putusan tersebut Edi Warlis, dijatuhui hukuman pidana penjara selama dua tahun, denda Rp 50 juta dan subsider tiga bulan. Sebelumnya majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Padang, menjatuhkan hukuman pidana kepada Edi Warlis sama dengan putusan MA.
Putusan tersebut tampaknya dinilai lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pasalnya JPU menuntut Edi Warlis dengan hukuman pidana selama enam tahun, denda Rp 200 juta dan subsider enam bulan kurungan penjara.
Sebagamaimana diketahui Edi Warlis yang terlibat kasus korupsi P4T, di Kabupaten Dharmasraya dan Solok Selatan tahun 2006. Saat itu  Edi Warlis menjabat kasi Bimbingan Penyuluh Bina Usaha Tenaga Kerja  Transmigrasi dan juga sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), di Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigasi Provinsi Sumatra Barat.
Terkait nilai proyek di Dusun Tangah, Kabupaten Solok Selatan dikerjakan dengan nilai proyek Rp 3.816.871.000, namun pengerjaannya 53,77 %. Sedangkan proyek pemukiman transmigasi di Dharmasraya mencapai Rp 4.256.737.000 dan baru dikerjakan 58,1 %. Dimana dalam pencairan dana proyek tersebut sudah dilakukan 100%. Edi Warlis sendiri buron setelah turunya putusan dari MA, tak hanya itu dia juga melarikan diri selama tujuh tahun.  (eko)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda