Kasus Tewasnya Seorang Pelajar di Limapuluh Kota Akan Direka Ulang

0
359

LIMAPULUH KOTA, JN- Penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota bakal menggelar rekontruksi atau reka ulang kasus tewasnya seorang pelajar bernama M. Syawal (16 tahun) warga Jorong Koto Malintang, Kenagarian Bukik Limbuku, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, karena diduga dianiaya dua orang tersangka yakni seorang petani berinisial ME (39 tahun) yang merupakan orang tua dari anak yang sebelumnya diduga berkelahi dengan korban M. Syawal, serta satu lagi tersangka yang hingga kini masih buron.

Rencana reka ulang atau rekontruksi kasus dugaan penganiaan yang menewaskan korban itu diungkapkan Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Sri Wibowo melalui Kasatreskrim AKP Anton Luther, Rabu (18/12).

“Nantinya dalam rekontruksi yang direncanakan akan digelar di lokasi korban dianiaya di Jorong Padang Ambacang, Kenagarian Batu Balang, Kecamatan Harau, akan dikawal oleh puluhan anggota kepolisian dari berbagai satuan. Pihak kepolisian juga bakal menghadirkan tersangka ME yang kini telah didampingi penasehat hukum, Setia Budi, SH. Sementara terkait jumlah adegan yang akan diperagakan tersangka nantinya,” ungkap AKP Anton belum memastikan.

Diakui AKP Anton Luther, rencana hari Jumat pagi ( 20/12) penyidik akan menggelar rekontruksi kasus tewasnya seorang pelajar di Kabupaten Limapuluh Kota, yang diduga akibat dianiaya oleh dua orang tersangka.

“Untuk tersangka memang baru satu orang yang kita tangkap, sementara satu lagi tersangka masih buron,” jelas AKP Anton Luther didampingi Kasubag Humas Polres Limapuluh Kota, AKP. Yuhelman, Rabu (18/12).

AKP Anton juga menambahkan, untuk pengamanan rekontruksi nanti memang cukup ketat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“ Untuk pengamanan saat rekontruksi nanti memang cukup ketat,” pungkas AKP Anton Luther.

Sebelumnya diberitakan, korban M. Syawal tewas diduga akibat dianiaya oleh dua orang pria. Korban meninggal setelah sempat dibawa ke rumah Sakit dr. Adnaan WD Payakumbuh.

Korban yang mengalami luka disejumlah tubuhnya itu pertama kali ditemukan oleh warga bernama Akmal dan Rehan pada Senin 25 November 2019 sekitar pukul 00.30 Wib di Jorong Padang Ambacang Kenagarian Batu Balang Kecamatan Harau. Saat ditemukan, korban yang dalam keadaan pingsan mengalami sejumlah luka dibagian pinggang sebelah kanan, pelipis kiri luka robek dan kaki dan tangan juga luka robek.

Kepada sang paman bernama Afrizal (41 tahun) korban MS menyebutkan bahwa ia didatangi oleh dua orang yang tak dikenal. Kedua orang tersebut bertanya kepada korban bahwa, korban MS yang memukuli anaknya. Tak hanya bertanya, kedua orang tersebut langsung memukuli korban hingga akhirnya korban pingsan. Setelah sempat menjalani perawatan, korban akhirnya meninggal dunia dihari yang sama sekitar pukul 12.30 Wib di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh.

Hingga kini, pihak kepolisian juga masih terus memburu tersangka lainnya yang diduga ikut melakukan penganiayaan terhadap korban. (dst)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here