JPU Tuntut Mantan BUD Solok Selaatan 6,6 Tahun Penjara

0
364

PADANG,JN- Diduga melakukan tindak pidana korupsi, terhadap 9 kegiatan di Sekretariat  Daerah Solok Selatan. Mantan Bendara Umum Daerah (BUD)  Akhiarli (50 tahun), dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Solok Selatan, dengan hukuman pidana selama 6 tahun dan 6 bulan kurungan penjara.  Tak hanya itu, terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp sebesar Rp 200 juta dan subsider 2 bulan. Selain membayar denda, terdakwa juga disuruh membayar uang pengganti (up) sebesar 150 juta dan subsider dua bulan.

“ Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi,” kata JPU Kusumah, saat membacakan amar tuntutannya, di Pengadilan Tipikor Padang, Senin (26/2). JPU berpendapat, terdakwa juga bersalah melanggar pasal 8 jo pasal  18 ayat 1 huruf b, ayat 2 dan 3, Undang-Undang RI nor 31 tahun 1999tentang tindak pidana korupsi, yang telah diubah dan ditambah dengan Undang- Undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH),  Erna Zamzam Siregar bersama tim, mengajukan nota pembelaan (pleidoi). Sidang yang diketuai oleh Irwan Munir beranggotakan Emria dan Zaleka, menunda sidang hingga 2 Maret 2018 mendatang. Usai sidang istri terdakwa yang hadir di persidangan, terlihat menangis.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa, pada tahun 2010 Sekretaris Daerah Solok Selatan, mendapat anggaran sejumlah Rp 22.227.714.019.00, dimana dana tersebut untuk 9 kegiatan. Namun dana tersebut, diduga disalah gunakan oleh terdakwa Erizal Zeskin dan Adril (berkas terpisah). Namun terdakwa Akhiarli membantu terdakwa Erizal Zeskin dan Adril dalam melakukan pencairan uang. Dimana uang tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya. Akibatnya terdakwa harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. (mep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here