Jatuhkan Putusan Majelis Hakim Beda Pendapat

0
519

PADANG, JN-  Dinilai bersalah melakukan tindak pidana korupsi, terhadap 9 kegiatan di Sekretariat Daerah Solok Selatan. Mantan Bendahara Umum Daerah (BUD) Solok Selatan, Akhiarli (50 tahun), dijatuhi hukuman pidana penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, Senin (2/4).

Dalam menjatuhkan hukuman tersebut, hakim anggota I, berbeda pendapat dengan hakim anggota II. Menurut hakim anggota I Perry Desmarera, mengatakan bahwa, unsur penyalah gunaan kewenangan telah terpenuhi.Tak hanya itu unsur menguntungkan orang lain juga telah terpenuhi.

” Akibat perbuatan terdakwa, telah mengakibatkan negara rugi Rp 512 juta,” kata hakim anggota II saat membacakan vonis. Sehingganya terdakwa terbukti melanggar pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi telah terpenuhi.

Sementara hakim anggota II Emria mengatakan, terdakwa terbukti melanggar pasal 2 tentang tindak pidana korupsi. ” Bahwa perbuatan terdakwa telah melawan hukum,” ujarnya. Namun demikian hakim ketua sidang Irwan Munir tetap menyatakan terdakwa bersalah.

” Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama satu tahun dan 10 bulan kurungan penjara, denda Rp 50 juta dan subsider 1 bulan,”tegas hakim ketua sidang Irwan Munir saat membacakan amar putusannya.

Terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum Putri Deyesi Rizki dan Erna Zamzam Siregar, mengaku pikir pikir. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Solok Selatan menuntut terdakwa dengan hukuman pidana selama 6 tahun dan 6 bulan kurungan penjara. Tak hanya itu, terdakwa juga diwajibkan membayar denda Rp sebesar Rp 200 juta dan subsider 2 bulan. Selain membayar denda, terdakwa juga disuruh membayar uang pengganti (up) sebesar 150 juta dan subsider dua bulan.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa, pada tahun 2010 Sekretaris Daerah Solok Selatan, mendapat anggaran sejumlah Rp 22.227.714.019.00, dimana dana tersebut untuk 9 kegiatan. Namun dana tersebut, diduga disalah gunakan oleh terdakwa Erizal Zeskin dan Adril (berkas terpisah). Namun terdakwa Akhiarli membantu terdakwa Erizal Zeskin dan Adril dalam melakukan pencairan uang. Dimana uang tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya. Akibatnya terdakwa harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. (eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here