Janda 3 Anak, Pukul dan Rampas Uang Majikan di Koto Sani

0
389

SOLOK, JN- Seorang wanita, ibu tiga anak AY (36) alias ditangkap Satreskrim Polres Solok Kota, wanita itu ditangkap lantaran diduga telah melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas). Meski sempat kabur, di Nagari Kotosani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, pelaku berhasil diciduk petugas dalam pelariannya ke Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (16/6).

Pelaku diamankan petugas di kawasan Tanah Kareh Gurun Panjang, Kecamatan Batang, Kabupaten Pessel, setelah melakukan pengejaran selama dua hari. Dari tangan pelaku diamankan barang bukti pencurian. “Tersangka telah kita amankan bersama sejumlah barang bukti hasil pencurian,” ungkap Kapolres Solok kota, AKBP Dony Setiawan, Senin (17/6).

Pelaku diduga kuat melakukan curas, terhadap korban dengan cara memukul kepala korban dengan besi penyangga pintu, lalu pelaku mengambil barang-barang milik korban. Pencurian dengan kekerasan tersebut terjadi pada hari Kamis, tanggal 13 Juni 2019 sekira pukul 17.00 WIB di dalam kedai milik korban ES (43) yang beralamat di Jorong Kasiak Kenagarian Koto Sani Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.

Saat itu, tersangka AY yang sudah 6 bulan menumpang hidup di rumah korban memberitahu korban bahwa tabung gas elpiji di dapur sedang rusak. Mendengar hal tersebut, korban langsung memeriksa tabung gas dengan posisi membungkuk. Pada saat korban membungkuk, tiba tiba tersangka memukul kepala korban bagian belakang dengan 1 batang besi penyangga pintu dari arah belakang.

Akibat pukulan tersebut korban tidak sadarkan diri, lalu tersangka mengambil perhiasan emas yang saat kejadian dipakai oleh korban, 1 unit HP merek Samsung lipat warna putih milik korban dan uang Rp. 120.000,- dari dalam tas korban. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri.

Setelah beberapa saat kemudian, datang dua orang saksi membantu membawa korban ke Puskesmas Singakarak selanjutnya korban dirujuk ke RSU M. Natsir Solok. Setelahmendapat informasi dari korban dan para saksi di TKP, tim gabungan langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku sampai akhirnya pelaku dapat diamankan bersama barang bukti hasil kejahatannya.

Dari pelaku, dapat disita barang bukti berupa 1 unit HP merek Oppo warna hitam, 1 unit HP merek Nokia tipe 105 warna hijau, 1 unit HP merek Samsung warna putih ( lipat ), 3 buah cincin emas (20 gram), 1 buah gelang emas (12,5 gram), 1 buah kalung emas (8 gram), 1 pasang anting (1,25 gram). Uang tunai hasil jual emas sebanyak Rp. 3.578.000 dan 1 batang besi dengan panjang lebih kurang 60 cm.

Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa ia melakukan perbuatan tersebut karena sakit hati dituduh oleh korban telah mengelapkan uang penjualan bensin dan juga pelaku mengalami kesulitan ekonomi karena tidak punya uang untuk menafkahi 3 orang anaknya dari mantan suaminya.

“Selain sakit hati, motif tindakan pencurian dengan pemberatan yang dilakukan tersangka juga dipicu desakan ekonomi lantaran tidak punya uang untuk menafkahi tiga anaknya,” tutup Kapolres. Pasal yang diterapkan dalam proses penyidikan terhadap tersangka adalah Pasal 365 ayat ( 1 ) KUHP dengan ancaman pidana kurungan 9 tahun penjara.(van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda