Isu Penculikan Anak Kembali Resahkan Para Orang Tua di Kabupaten Solok

0
2499

SOLOK, JN-Isu tentang maraknya aksi penculikan anak yang organ tubuhnya akan diperjual belikan, ternyata makin hari makin meresahkan para orang tua dan guru di Bumi Penghasil Buah Markisa itu.

Isu serupa, juga pernah terjadi pada awal tahun 2017 silam, namun kali ini para orang tua di Kabupaten Solok merasa cemas dengan kembali maraknya isu tersebut. “Saya sangat takut mendengar isu penculikan ini, bahkan di media sosial dan televisi juga marak mengabarkan isu penculikan anak ini. Kita para orang tua juga diminta harus selalu  waspada dan cemas mendengar isu ini. Takut menimpa anak kemenakan kita,” jelas Mitha (39), warga Perumnas Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Kamis (1/11).

Hal yang sama juga disampaikan Kepsek SD 06 Koto Gadang Guguak, Yendriwati, bahwa semenjak isu penculikan anak ini beredar, maka saat ini banyak dari pada orang tua yang rutin mengantar anak-anaknya ke sekolah, takut anaknya diculik karena SD 06 Guguak Kecamatan Gunung Talang memang berada di pinggir jalan Lintas Sumatera yang selalu ramai dilintasi kendaraan setiap saat. “Memang belum ada yang diculik, namun yang namanya orang tua tentu harus selalu waspada,” jelas Yendriwati.

Bahkan beberapa hari yang lalu, juga berkembang isu bahwa ada salah seorang siswa SD di Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti yang selamat dari aksi penculikan. Dua hari kemudian, juga dikabarkan ada orang yang mencoba menculik anak di Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung dan videonya ramai beredar di Medsos.  Kabarnya penculik ada yang berpura-pura menjadi petugas sesnsus atau sales atau juga  dengan menggunakan kendaraan jenis Avanza yang juga mencoba menculik siswa SD di Koto Baru. Setelah dikomfirmasi kebenarannya kepada Walinagari dan Kapolres Solok, ternyata semua itu tidak benar dan itu hanya “Hoax”.

“Sampai saat ini tidak ada anak yang diculik di Kabupaten Solok dan semua berjalan seperti biasanya. Tidak ada orang yang menculik anak dan semua itu hanya hoax dan kabar menyesatkan,” jelas Kapolres Solok, AKBP AKBP Ferry Irawan, S. IK, Kepada KORAN PADANG.  Bantahan dari petinggi Polres Arosuka itu, terkait informasi yang beredar di masyarakat adanya kasus penculikan anak di Kabupaten Solok yang meresahkan para orang tua dan masyarakat. Polisi menurut Kapolres AKBP Ferry Irawan, sudah memeriksa semua laporan yang masuk danjuga berdasarkan hasil kerja intel di lapangan. “Kita sudah memerika semua laporan yang masuk, namun tidak terbukti kebenarannya dan tidak ada aksi penculikan anak di Kabupaten Solok,” tutur AKBP Ferry Irawan. Dijelaskan Kapolres, rumor yang beredar luas di media sosial seperti kasus Koto Baru, Sungai Nanam, Alahan Panjang  dan lainnya, dimana penculik dikabarkan menyamar sebagai wanita tua dan orang gila. Setelah ditelusuri ternyata informasi itu tidak benar.

Kapolres meminta masyarakat  tetap tenang dan tidak panik berlebihan karena hingga sekarang tidak ada satu pun laporan kasus penculikan anak itu yang terbukti kebenarannya. “Tetapi kita tetap menghimbau masyarakat tetap harus waspada dan mendidik anak-anak untuk tidak mudah dirayu orang tidak dikenal dengan iming-iming uang, makanan, atau diajak bermain atau jalan-jalan atau tidak mudah gampang akrab dengan orang yang baru dikenal,” jelas AKBPFerry Irawan. Kapolres juga tetap berpesan agar masyarakat segera melapor ke polisi bila ada mendengar ada aksi penculikan anak, agar segera ditindaklanjuti. Kapolres juga menghimbau agar masyarakat harus tetap waspada terhadap aksi kriminal yang bisa menimpa siapa saja, termasuk orang dewasa, kewaspadaan di antaranya dapat dilakukan dengan tidak membiarkan anak-anak di bawah umur bermain di tempat umum tanpa pengawasan. Kemudian masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar (hoax).

Sementara isu penculikan anak juga terjadi di Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, ternyata juga tidak benar. “Saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Wali dan seluruh Wali Jorong yang ada di sungai Nanam, tetapi hingga saat ini tidak ada terdengar ada orang yang menculik anak,” jelas Kapolsek Lembah Gumanti, Iptu Amin Nurasyid, SH, kepada Koran Padang di ruang kerjanya, Kamis (1/11). Disebutkan Iptu Amin Nurasyid, atas perintah Kapolres, pihaknya diminta waspada dan selalu berkoordinasi dengan walinagari dan jorong tentang perkembangan terbaru.

“Isu penculikan ini sangat mengganggu pikiran orang tua. Jadi kita harap isu ini tidak benar dan masyarakat kembali bisa bekerja normal dan siswa belajar tidak terganggu,” terang  Kepsek SD Negeri 11 Jawi-Jawi Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Elsa Ridarti.
Sementara pemerintahan Nagari Batang Barus dan Tiga Nagari di Guguk, juga sudah menghimbau masyarakat melalui untuk tetap waspada terhadap isu penculikan anak. “Kita sudah umumkan di masjid-masjid dan kita tempel edaran agar mewaspadai aksi penculikan anak,” jelas Syamsul Azar, Walinagari Batang Barus dan juga Ketua Forum Walinagari Kabupaten Solok (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda