Isu Penculikan Anak di Kabupaten Solok Makin Resahkan Orang Tua, Kapolres Arosuka AKBP Reh Ngena: Itu Hanya “Hoax”

0
23207

SOLOK, JN–Isu tentang maraknya aksi penculikan anak yang organ tubuhnya akan diperjual belikan, ternyata makin hari makin meresahkan para orang tua di Bumi Penghasil Buah Markisa itu.
Bahkan beberapa hari yang lalu, juga berkembang isu bahwa ada salah seorang siswa SD di Nagari Talang selamat dari aksi penculikan. Dua hari kemudian, juga dikabarkan ada orang yang mencoba menculik anak di Nagari Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang dengan menggunakan kendaraan jenis Avanza yang juga mencoba menculik siswa SD di Guguk. Setelah dikomfirmasi kebenarannya kepada Walinagari dan Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, ternyata semua itu tidak benar dan itu hanya “Hoax”. “Sampai saat ini tidak ada anak yang diculik di Kabupaten Solok dan semua berjalan seperti biasanya. Tidak ada orang yang menculik anak dan semua itu hanya hoax dan kabar menyesatkan,” jelas Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Reh Ngenana, Kepada KORAN PADANG, Minggu (26/3). Bantahan dari petinggi Polres Arosuka itu, terkait informasi yang beredar di masyarakat adanya kasus penculikan anak di Kabupaten Solok yang meresahkan para orang tua dan masyarakat. Polisi menurut Kapolres AKBP Reh Ngenana, sudah memeriksa semua laporan yang masuk danjuga berdasarkan hasil kerja intel di lapangan. “Kita sudah memerika semua laporan yang masuk, namun tidak terbukti kebenarannya dan tidak ada aksi penculikan anak di Kabupaten Solok,” tutur AKBP Reh Ngenana. Dijelaskan Kapolres, rumor yang beredar luas di media sosial seperti kasus Talang, Alahan Panjang dan terakhir di Sari Manggis, Nagari Koto Gadang Guguk, Kecamatan Gunung Talang dimana penculik dikabarkan menyamar sebagai wanita tua dan orang gila. Setelah ditelusuri ternyata informasi itu tidak benar.
“Bahkan waktu itu saya sebagai Kapolres telah turun bersama anggota ke lokasi bersama Kasat Intel Iptu Sosmedia beserta Kapolsek Gunung Talang guna memastikan kebenaran informasi yang meresahkan warga tersebut. Ternyata yang diisukan tidak ada dan hanya ada orang tua yang juga cemas mencari anaknya tidak pulang, ternyata anaknya sedang latihan olahraga di sekolah,” tutur AKBP Reh Ngenana.
Untuk itu, Kapolres meminta masyarakat tenang dan tidak panik berlebihan karena hingga sekarang tidak ada satu pun laporan kasus penculikan anak itu yang terbukti kebenarannya. “Tetapi kita tetap menghimbau masyarakat tetap harus waspada dan mendidik anak-anak untuk tidak mudah dirayu orang tidak dikenal dengan iming-iming uang, makanan, atau diajak bermain atau jalan-jalan atau tidak mudah gampang akrab dengan orang yang baru dikenal,” jelas AKBP Reh Ngenana. Kapolres juga tetap berpesan agar masyarakat segera melapor ke polisi bila ada mendengar ada aksi penculikan anak, agar segera ditindaklanjuti. Kapolres juga menghimbau agar masyarakat harus tetap waspada terhadap aksi kriminal yang bisa menimpa siapa saja, termasuk orang dewasa, kewaspadaan di antaranya dapat dilakukan dengan tidak membiarkan anak-anak di bawah umur bermain di tempat umum tanpa pengawasan. Kemudian masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar (hoax).
Terkait isu penculikan anak tersebut, beberapa sekolah juga sudah memberi nasehat dan mengingatkan kepada para siswanya agar berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal. Siswa setingkat TK, SD dan SMP harus ikut diawasi para orang tuanya ke sekolah dan di rumah. Salah satu sekolah yang juga sudah memberi peringatan kepada siswanya adalah SD Negeri 11 Gunung Talang yang beralamat di Jawi-Jawi Guguk. Menurut Kepsek SD 11 Jawi-Jawi, Yendriwati, pihaknya bersama seluruh majelis guru juga meminta para orang tua untuk lebih memperketat penjagaan anak agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan. “Isu penculikan ini sangat mengganggu pikiran orang tua. Jadi kita harap isu ini tidak benar dan masyarakat kembali bisa bekerja normal dan siswa belajar tidak terganggu,” terang Yendriwati.
Sementara pemerintahan Nagari Batang Barus dan Tiga Nagari di Guguk, juga sudah menghimbau masyarakat melalui untuk tetap waspada terhadap isu penculikan anak. “Kita sudah umumkan di masjid-masjid dan kita tempel edaran agar mewaspadai aksi penculikan anak,” jelas Syamsul Azar, Walinagari Batang Barus dan juga Ketua Forum Walinagari Kabupaten Solok (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda