Intelijen Gadungan Diamankan Saat Kunjungan Presiden ke Kabupaten Solok

0
3636

SOLOK, JN– Dengan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, saat kunjungan kepala negara ke Kabupaten Solok, Kamis kenaren (8/2), seorang oknum yang mngaku sebagai jaring intelijen dari Korem 032 Wirabraja, diamankan oleh Intel Kodim 0309 Solok.

Oknum anggota jaringan Intel yang diamankan tersebut bernama Yulfadrial, warga Tanjung Bingkung, Kabupaten Solok lengkap dengan atribut TNI. Kronologis penangkapan adalah dimana pada Kamis tanggal 8 Februari 2018 kemaren, Presiden RI, Joko Widodo, mengunjungi Kabupaten Solok tepatnya di Gor Batu Batupang, Koto Baru.

Oknum anggota jaringan intel yang mengaku dari Kotem 032 Wirabraja, diamankan sekira pukul 10.30 Wib di persis di gerbang Hall GOR Batu batupang, sebelum kedatangan Presiden Joko Widodo.

Awalnya penangkpan oknum intel gadungan tersebut, dimana Pasi intel Kodim 0309/Solok, Kapten Chb Indra Gunawan, mencurigai gerak gerik dan atribut yg dipakai orang tersebut dan kemudian Pasi intel memerintahkan Serda Zul Eka Hendri (anggota unit Intel Kodim 0309 Solok) untuk mengamankan dan menginterogasi orang tersebut. ” Karena kita curiga dengan gerak gerik orang tersebut, lalu kita perinrahkan anggota kita untuk memeriksa dan menanyakan dari mana kesatuannya serta apa tujuannya,” jelas Chb Indra Gunawan. Saat di lakukan interogasi oleh unit Intel kodim 0309 Solok, oknum tersebut mengaku pernah mengikuti pelatihan intelijen dan memperlihatkan Kartu Anggotanya dengan data Sebagai berikut,

 

Nama :Yulpadrial

 

NRP. : 171074048

 

Jabatan : Jaring Intelijen.

 

Wil penugasan : Wil Korem 032/Wbr

 

Berlaku sampai: 30 Januari 2020.

 

Alamat : Nagari Tj Bingkung, Kecamatan Kubung Kabupaten Solok.

 

“Setelah di interogasi lebih dalam oleh anggota intel dari Polres Solok, Kodim Solok dan BIN yang berada di lokasi, laki-laki tersebut tidak bisa menjelaskan dari mana asal kesatuan nya dan siapa atasannya, sehingga agar tidak mengganggu kegiatan kunjungan bapak perseiden , aparat yang berada di lokasi meminta lelaki tersebut untuk melepas atribut intelijennya,” jelas Chb. Imndra Gunawan.

Disebutkannya, terhadap oknum tersebut tidak dilakukan penahanan karena bersifat kooperatif saat dilakukan interogasi dan bersedia melepas atributnya  intelijennya karena yang bersangkutan mengaku pernah mengikuti latihan dasar intelijen dan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Namun meski begitu, anggota Pasi intel Kodim Solok akan terus mengantisipasi adanya oknum yang mengaku sebagai aparat intelijen untuk mengacaukan kunjungan presiden RI ke Solok.

Beruntung Yupadrizal lelaki yang diamankan jelang kunjungan kepala negara dan isteri itu kembali dilepas, karena dinilai kooperatif dalam pemerikasaan.

Dikatakan Indra Gunawan, pada saat diamankan, intelijen gadungan itu juga diinterogasi oleh intel kepolisian dan BIN yang berada di lokasi.

 

Pengakuan oknum tersebut dirinya pernah mendapatkan pelatihan intelijen hingga memiliki kartu  (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here