Haryanto: Jokowi Minta Kejar dan Tindak Tegas Pelaku Penyebar Hoax

0
461

JAKARTA, JN– Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada Kepolisian untuk mengejar dan memberi tindakan tegas para pelaku penyebar kabar bohong atau _hoax._

Hal tersebut ia sampaikan di Sirkuit Sentul, Selasa, 6 Maret 2018, menanggapi pertanyaan jurnalis terkait sindikat penyebar _hoax_ yang baru-baru ini terungkap. “Kalau pelanggaran hukum, saya perintahkan, entah itu Saracen, entah itu MCA, kejar, selesaikan, tuntas. Jangan setengah-setengah,” kata Presiden. Sebab menurutnya, penyebaran berita bohong dapat menyebabkan perpecahan bangsa.

“Hati-hati, hati-hati, entah motifnya motif ekonomi, motif politik, tidak boleh seperti itu. Saya perintahkan ke Kapolri, kalau ada pelanggaran tindak tegas, jangan ragu-ragu,” tegasnya.

Menanggapi pertanyaan jurnalis yang mengatakan bahwa media sosial saat ini sudah lebih tenang dengan pengungkapan tersebut, Presiden pun membantahnya.

“Enggak, masih hangat. Saya perintahkan selesaikan tuntas supaya adem,” ucapnya.

Bogor, 6 Maret 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
[7/3 07.44] Haryanto Sekretariat Pers Kepresidenan: *Presiden Ingin Indonesia Siap 100 Persen Menjadi Tuan Rumah Asian Games*

Pemerintah semakin mengintensifkan persiapan Asian Games 2018. Sore ini, Presiden Joko Widodo beserta jajaran terkait menggelar rapat terbatas yang secara khusus membahas hal tersebut. Rapat kali ini merupakan rapat terbatas yang kedelapan sejak pertama digelar pada 2016 lalu.

Indonesia masih memiliki waktu selama enam bulan untuk mematangkan segala persiapan yang ada. Momentum ini, menurut Presiden, harus betul-betul dimanfaatkan.

“Sebagai tuan rumah saya kira kita memang harus segera siap 100 persen,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018.

Dalam arahannya, Kepala Negara meminta laporan rinci seputar pembangunan _venue_  pertandingan, baik yang sudah selesai maupun yang masih dalam tahap konstruksi. Hal yang sama juga berlaku untuk pembenahan wisma atlet.

Selain itu, Presiden meminta kepada jajaran terkait untuk menyusun teknis pelaksanaan mulai dari pembukaan hingga penutupan Asian Games 2018 dengan terkalkulasi.

“Persiapan teknis ini bukan hanya kegiatan yang sifatnya seremonial, tetapi juga pengaturan lalu lintas, akomodasi dan konsumsi, pergerakan para atlet dan ofisial, serta kesiapan tenaga-tenaga pendukung. Jangan ada yang tercecer satupun,” sambungnya.

Hal yang tak kalah pentingnya, ia menekankan bahwa dalam ajang Asian Games 2018, Indonesia tak hanya mengincar kesuksesan sebagai tuan rumah semata. Presiden Joko Widodo ingin agar para atlet Indonesia juga mampu menorehkan prestasi dan membuat rakyat Indonesia bangga.

“Kita bukan sekadar ingin sukses sebagai tuan rumah, tapi juga ingin sukses dalam prestasi. Ini agar menjadi catatan kita semua dalam persiapan menuju Asian Games 2018,” tuturnya (oky h/ Danda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here