Hakim Tunggal Tolak Pra Peradilan Masyarakat Salingka Gunung Talang

1
980
PADANG, JN- Hakim tunggal Pengadilan Negeri Padang, menolak permohonan sidang Praperadilan yang diajukan masyarakat salingka Gunuang Talang melalui Penasihat Hukum terhadap penangkapan Ayu Dasril Cs oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar.
Hakim menilai dari bukti dan keterangan saksi selama persidangan tidak ada pelanggaran Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) terkait penangkapan Ayu Dasril yang ditetapkan sebgaai tersangka penghasutan dan perusakan mobil tim survei pembangunan proyek panas bumi (Geothermal) beberapa waktu lalu.
“Bukti, dan keterangan yang ada, melolak permohonan praperadilan yang diajukan pemohon,” ucap Hakim tunggal praperadilan Sutedjo.Terhadap keputusan tersebut,  kuasa hukum masyarakat salingka gunuang talang Era Purnama Sari yang ditemui usai persidangan menuturkan, pihaknya menghormati dan menghargai keputusan hukum yang ada. Namun dalam pertembangan putusan hakim pihaknya mencatat dan mengevalusi pertimbangan hakim yang tidak komperensif.
“Atas putusan ini kami menerimanya, namun ada catatannya,” ujar Era Purnama Sari. Menurutnya, ada keanehan dalam penetapan tersangka yang didasarkan pada alat bukti yang ada salah satunya melalui keterangan saksi-saksi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, terhadap keputusan tersebut,  pihaknya akan menyiapkan langkah hukum terhadap temuan yang ada. ” Memang keputusan ini sudah selesai, dan kami juga akan mempelajari bersama tim dan menyiapkan langkah hukum terhadap temuan yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, AKBP Ali Dison, Kasubdit Ditreskrimum Polda Sumbar usai persidangan, terkait proses hukum tersangka Ayu Dasril pihaknya telah menyerahkan berkas pemeriksaan ke Kejaksaan Tinggi Sumbar.
“Proses tahap I pelimpahan kepada Kejaksaan  sudha dilakukan (berkas Ayu Dasril) tinggal melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada, terkait kasus perusakan dan pembakaran yang terjadi kami akan terus melakukan pengembangan agar dapat mengungkap kasus ini secara terang benerang,” terangnya
dari pantauan di persidangan praperadilan yang turut dihadiri puluhan warga dan pihak keluarga Ayu Dasril hanya bisa pasrah dengan keputusan pengadilan itu dan juga polisi yang berjaga.
Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Sumatera Barat melakukan penagkapan terhadap tiga orang masyarakat Tabek Lanyek, Jorong Gurah, Nagari Batu Bajanjang, Lembang Jaya, Kabupaten Solok tersebut atas diduga merusak mobil tim survei proyek geothermal beberapa waktu lalu, atas penangkapan itu, Selasa (13/2) puluhan warga bersama Kuasa Hukum dari LBH Padang mendaftarkan gugatan praperadilan dan terdaftar di PN Padang dengan register nomor : 1pdt/pra/2018/PN.PDG. (eko)

1 KOMENTAR

  1. Hukum itu mengerikan …menjadi penegakk hukum itu tanggung jawabnya berat baik dunia maupun akhirat , mereka sudah berjanji dan disumpah dihadapal ALLAH dg alqur’an sbg saksinya .., jika tugas dijalankan sesuai janji dan sumpah maka insyaallah akan selamat jalannya ,akan tenang batinnya ..namun jika seandainya tugas dijalankan dg melanggar janji dan sumpah insyaallah takkan selamat jalannya , takkan tenang batinnya .. dan selalu memiliki keresahan didalam hidupnya .. aminn yallah …
    insyaallah makhar allah lebih dahsyat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here