Dua Pejabat Nagari Aripan Dituntut 4 Tahun Penjara 

0
1363
PADANG, KP- Dua orang pejabat  Nagari Aripan, Kecamatan X Koto, Singkarak, Kabupaten Solok. Syafrianto selaku sekretaris nagari dan Badrianto selaku kasi pemerintahan nagari,  yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) dalam, mengurus sertifikat tanah Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) kepada masyarakat yang kurang mampu. Akhirnya dinyatakan bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Solok.
” Menuntut terdakwa Syafrianto  dan terdakwa Badrianto, dengan hukuman pidana selama empat tahun kurungan penjara, dan menghukum para terdakwa membayar denda sebesar Rp 200 juta, subsider tiga bulan penjara,”kata JPU Teddy, saat membacakan amar tuntutannya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) Padang, Kamis (15/3).
JPU menambahkan perbuatan telah melanggar pasal 12 huruf e Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi. ” Hal hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Hal hal yang meringankan terdakwa mengakui seluruh perbuatannya,” tambahannya.
Usai mendengarkan tuntutan dari JPU,  Penasihat Hukum (PH) terdakwa Syahrir bersama tim. Mengajukan nota pembelaan (pleidoi) atas tuntutannya tersebut. Menanggapi hal tersebut, sidang yang diketaui oleh Agus Komarudin beranggotakan M.Takdir dan Elysiah Florence memberikan waktu kepada PH terdakwa selama satu minggu.
Dalam dakwaan disebutkan bahwa, Badan Pertanahan Nasional (BPN) mempunyai program berupa
Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), bagi masyarakat kurang mampu. Namun dalam pelaksanaannya Syafrianto dan Badrianto memungut biaya kepada masyarakat, pada hal program tersebut gratis. Kedua terdakwa meminta kepada masyarakat dengan harga bervariasi, dengan alasan pengukuran dan keperluan lainnya. Sehingganya para terdakwa diduga menikmati pungutan  tersebut sebesar Rp 20 juta. Namun petugas saber pungli yang mengetahuinya langsung menangkap para terdakwa. Kini kedua terdakwa harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dimata hukum. (eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here