Dua Pegawai Dinas Perhubungan Kota Solok Tertangkap Pungli di Pos Terminal Bareh Solok

0
1832

SOLOK, JN –Setelah mendapat informasi dari masyarakat, terkait adanya dugaan praktik Pungutan Liar (Pungli), bahwa di Pos TPR Terminal Kota Solok,  terjadi pungutan setoran retribusi mobil angkutan barang tanpa menyerahkan kertas bukti setoran. Unit Saber Pungli Kota Solok yang dipimpin Wakapolres Solok Kota melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan berhasil mengamankan dua orang oknum Dinas Perhubungan Kota Solok beserta uang sebanyak 3.697.000.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiwan. mengatakan, pada hari Rabu (31/1) sekira pukul 04.00 Wib, bertempat di Pos TPR Terminal Kota Solok, mengamankan 2 orang petugas dari Dinas Perhubungan Kota Solok yang sedang melakukan pungutan liar, ketika melaksanakan piket.

Yakni Jufri (20), seorang pegawai Honorer Dishub Kota Solok, warga Kelurahan Nan Balimo Kota Solok dan Irsal (50), PNS Dishub Kota Solok, warga Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi, berupa uang tunai sebanyak Rp. 3.697.000,- yang merupakan hasil pungutan retribusi dari tanggal 30-31 Januari 2018, serta blanko setoran yang telah diisi jumlah Rp.  2.700.000,- untuk disetorkan pada Bendahara Penerima, dan 4 bundel sisa bukti pembayaran retribusi terminal. Serta 5 orang saksi yang merupakan pembayar retribusi.

“Kejadian bermula dari adanya informasi dari masyarakat bahwa di Pos TPR Terminal Kota Solok terjadi dugaan pungli dengan memungut setoran retribusi mobil angkutan barang tanpa menyerahkan kertas bukti setoran,”kata Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiwan melalui Ketua UPP Saber Pungli Kompol Sumintak, Kamis (1/2).

Kemudian petugas polisi melakukan penyelidikan dengan memberhentikan dan menanyakan kepada saksi-saksi tentang dugaan tersebut. Ternyata dibenarkan oleh saksi bahwa ketika saksi-saksi melakukan penyetoran retribusi tidak ada diberikan tanda setoran oleh petugas TPR. Kemudian petugas polisi melakukan pengintaian di Pos TPR dan benar ditemukan 2 (dua) petugas TPR memungut retribusi tanpa memberikan kertas bukti setoran.

Petugas polisi langsung mengamankan 2 (dua) orang petugas Pos TPR tersebut ke Polres Solok Kota guna penyelidikan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, terduga tersangka dan dihubungkan dengan barang bukti yang ada.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiwan mengatakan, bahwa diakui sendiri oleh terduga tersangka bahwa benar telah memungut uang retribusi, kemudian mengisi Blangko setoran dengan tulisan tangan jumlah Rp.  2.700.000,- untuk disetorkan pada Bendahara Penerima, terdapat sisa pungutan yang didapat dari pemungutan tanpa karcis sebanyak Rp  997.000,- yang akan dibagi rata oleh terduga tersangka untuk keperluan pribadi.

Berdasarkan UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 8. Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda sedikit Rp150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

“Dari pengakuanya, rata-rata mereka mendapat penghasilan 1jt s/d 1,5jt setiap harinya, uang tersebut dipakai untuk makan dan minum piket selama sehari dan sisanya dibagi rata. Tujuan ungkap agar lebih ketat pengawasan dan peningkatan pendapatan daerah. Modus mereka adalah dengan tidak memberikan karcis. Pelaku tidak ditahan karena kerugian negara dibawah 5 jt gak bisa ditahan, dan telah ditetapkan tersangka, biar nanti vonis hukuman, hakim yang tentukan. Kalau nanti ditemukan setelah diaudit lebih dari 5 juta maka akan ditahan. Terkait dugaan adanya pelaku lain, belum kearah situ, namun masih banyak yang perlu kita lakukan,”kata Dony.(van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here