Dua Orang Pelaku Pencurian Aki Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Aie Luwo Ditangkap Polisi

0
881

SOLOK, JN-Jajaran Sat Reskrim Polres Solok, mengamankan Dua orang pelaku pencurian Aki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yang terjadi di Nagari Aie Luwo, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok pertengahan Desember 2019 lalu.

Dua pelaku yang ditangkap Polisi pada hari Sabtu (4/1), sekira pukul 22.30 Wib, masing-masing bernama Arnisko Putra alias Niko (28), warga Jorong Kipek Nagari Aia Luo, Kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok dan Panji Saputra (20), juga warga Jorong Kipek.

Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan, S. Ik, melalui Kapolsek Payung Sekaki, Iptu Yenpi Sabareni di dampingi kanit reskrim Bripka Golet Rusli, kepada awak media menyebutkan bahwa saat ini kedua pelaku sudah ditahan di Polres Solok.
“Kedua pelaku mengakui perbuatannya dan telah mencuri aki PLTS milik Pemerintah Nagari Aia Luwo, ” sebut Iptu Yenpi Sabareni.
Tersangka ditangkat berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP / 09/ XII / 2019 /;Spkt – Polsek Tgl 28 Desember 2019. Yang terjadi pada hari sabtu tanggal 18 Desember 2019, sekira pukul 08.00 Wib di jorong Kipek Nagari Aia Luo, Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok.

Disebutkan Iptu Yenpi Sabareni, dari hasil Penyelidikan dan berdasarkan keterangan para saksi dan olah TKP, didapat petunjuk bahwa pelaku masuk ke tempat penyimpanan aki tersebut dengan cara merusak ventilasi udara dan menarik aki tersebut melalui pintu dan melalui jalan setapak sehingga menimbulkan jejak dan di ujung jalan setapak tersebut berada pas di samping penggilingan padi milik pelaku Arnisko Putra.

“Dugaan mengarah kepada pelaku dan pada saat diperiksa, pelaku mengakui semua perbuatannya yang mana saat melakukan pencurian tersebut pelaku dibantu oleh Panji. Sedangkan barang bukti langsung disita dari pelaku dan karena belum sempat di jual,” sebut Iptu Yenpi Sabareni.

Saat ini pelaku ditahan di Mapolres Solok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan akan dikenakan Pasal 363 KUHP.
Dimana pasal tersebut berbunyi bahwa Barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagaian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here