Dua Oarang Anggota DPRD Ditahan Karena Guyon Bawa Bom

0
716

SURABAYA, JN- Dua anggota DPRD Banyuwangi, Basuki Rachmad dari Hanura, dan Naufal Badri dari Gerindra, membantah telah bercanda dengan mengatakan ada bom di tas penumpang lain saat di Bandara Banyuwangi. Meski begitu, polisi tetap memeriksa keduanya.

Dua orang politisi yang diamankan tersebut ternyata pimpinan partai. Mereka adalah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di partainya masing-masing.

Basuki adalah Ketua DPC Partai Hanura Banyuwangi. Sementara Nouval merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Banyuwangi.

“Tidak, saya tidak mengatakan itu,” kata Basuki singkat kepada detikcom, saat di Mapoles Banyuwangi, Rabu (23/5/2018). Hal yang sama dilontarkan Naufal. Menurutnya pernyataan tentang bahan peledak, bukan mengarah pada bom.
“Bahan peledak kan banyak. Korek api juga bahan peledak. Ada juga parfum juga bahan peledak,” kata Naufal.

Sebelum dibawa ke Polres Banyuwangi, Naufal Baderi dan Basuki Rahmad dinyatakan petugas keamanan Bandara Banyuwangi tidak clear dan harus diperiksa karena menyatakan bahwa tas yang dibawanya berisi bom, saat berada di dalam pesawat.

Selanjutnya Basuki dan Naufal diminta untuk turun dari pesawat Garuda GA 265 tujuan Jakarta oleh petugas Avsec, didampingi polisi dan dinyatakan tidak clear untuk diberangkatkan. Lalu kedua penumpang tersebut turun untuk dibawa ke Posko Avsec dan sebagai tindakan akhir diserahkan kepada pihak kepolisian.

Diketahui Basuki dan Naufal hendak ke Jakarta, bersama sekitar 30 orang rombongan anggota DPRD Banyuwangi. Namun karena kejadian ini, dua orang tersebut gagal berangkat ke Jakarta. (bdh/bdh/detiknews dan berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here