Dua Kali Kabur Dua Kali Pula Diciduk, DPO Kasus Pembunuhan dan Curanmor Kembali Tertangkap

0
1989

SOLOK, JN- Otak kasus pembunuhan di kebun teh Kayu Aro beberapa tahun lalu dan juga tahanan kejaksaan yang tersangkut kasus curanmor, sehingga menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh anggota kepolisian Mapoltes Arosuka Kabupaten Solok, sejak tiga bulan lalu, Okto Rezo Putra (28), kembali berhasil ditangkap Jum’at malan (24/11) di daerah Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung.

Kronologis penangkapan Okto Rezo, DPO kasus pembunuhan dan curanmor ini, menurut keterangan Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Reh Ngenana, berawal pada hari Jum’at tanggal 25 November 2017 sekira pukul 21.00 Wib, anggota Sat Reskrim Polsek Kamang Baru Kabupaten Sijunjung, mengamankan seorang pria yang terlibat kasus curanmor bernama Okto Rezo Putra atau akrab dipanggil Rezo, warga Jorong Talago dadok Nagari Sungai Janiah Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
“Mengetahui tersangka DPO dan lari dari sel tahanan kejaksaan dan LP Laing Solok, anggota Mapolsek Kamang Baru menghubungi Polres Arosuka dan pada Sabtu pagi anggota kita langsung langsung menjemput tersangka untuk proses hukum lebih lanjut,” terang AKBP Reh Ngenana, Sabtu (25/11) di Lubuk Selasih.  Disebutkan Kapolres cantik yang hari Selasa tanggal 28 November akan pindah ke Polda Sumbar itu, Okto Rezo merupakan Tanahan yang lari dari Tahanan Lembaga Permasyarakatan (LP Laiang) Pada hari Jum’at tanggal 16 Oktober 2016 kemudian Lari dari Rumah Tahanan Polres Solok hari Selasa tgl 29 Agustus 2017, dimana status tersangka merupakan tahanan dari Kejaksaan Solok.
“Saat ini tersangka masih kita minta keterangan intensif dan kemana saja mereka bersembunyi selama dalam pelarian,” tambah AKBP Reh Ngenana. Disebutkannya, Okto Rezo merupakan resedivis berdarah dingin dan beberapa kali lari dari tahanan.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Okto Rezo melarikan diri dari LP Laiang tanggal tanggal 16 Oktober 2016 dimana yang bersangkutan divonis 20 Tahun karena menjadi otak kasus pembunuhan di kebun teh 2012 dan juga beberapa kali terlibat kasus curanmor. Kemudian beberapa bulan lari dari LP Laiang, Okto Rezo kembali tertangkap kali ini terlibat curanmor. Setelah itu Okto Rezo di tahan di Polres Arosuka dan merupakan tahanan titipan Kejaksaan Negeri Solok. Tanggal 29 Agustus 2017, Okto Rezo kembali lari dari sel tahanan dengan mengajak 3 orang teman satu selnya yaknicRiken (33), kasus pencabulan,. Namun empat hari kemufian Riken menyerahkan diri. Selanjutnya Okto Rezo mengajak lari Maiyas (31), warga Lubuk Dalam Jorong Koto Panjang Nagari Muara Panas Kecamatan Bukit Sundi yakni terdakwa kasus pencabulan dan Gusnisa Putra (18), warga jorong Kayu Aro, nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang tersangka kasus pencurian melanggar pasal 362 dan 363 KUHP.
Keempat orang itu diduga melarikan diri sekitar jam 03.00 dini hari pada Selasa dengan cara menggergaji besi atap ruang tahanan. Kemudian pelaku diperkirakan kabur melalui atap yang telah dirusak tersebut

Waktu itu menurut Kapolres AKBP Reh Ngenana keempat tahanan yang melarikan diri itu merupakan tahanan satu kamar, namun satu orang diantaranya atas nama Awaludin Almukhharam yang juga terdakwa kasus pencurian, menolak untuk melarikan diri dan memilih bertahan dengan cara menjalani hukuman yang dia terima. “Sampai saat ini petugas kita sudah menyebar dan terus melacak keberadaan tersangka. Namun kita berharap agar keempat tersangka menyerahkan diri,” jelas AKBP Reh Ngenana yang didampingi Kasat Intel, AKP Sosmedya.
Anehnya, satu dari empat orang tahanan yang melarikan diri yang bernama Okto Rezo, merupakan residivis dan sudah dua kali lari dari tahanan. Tanggal 12 Desember 2016 lalu, Okto Rezo yang waktu itu merupakan terdakwa kasus pembunuhan yang terjadi di kebun teh Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok yang terjadi tanggal 18 April 2012 silam terhadap korban bernama Afdal (18) dan jasadnya ditemukan 4 hari kemudian, mungkin masih terbayang dalam ingatan masyarakat Solok. Waktu itu pelaku pembunuhan berjumlah dua orang, bernama Okto Rezo Putra dan Endo.

Meski waktu itu kedua pelaku sempat buron ke Bali dan Jakarta, namun berhasil ditangkap beberapa bulan kemudian. Kedua pelaku pada tahun 2013 sudah dituntut hukuman 18 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Koto Baru atas tuduhan pembunuhan berencana dan permapokan terhadap korban Afdal yang merupakan keponakan kandung dari anggota DPRD Sumbar, Ahmad Rius, SH. Waktu itu, almarhum Afdal sedang mengisi masa liburannya di kebun teh Kayu Aro, Solok bersama sang kekasih bernama Mela yang masih tercatat sebagai pelajar di SMK 1 Talang. Mela selamat dari pembunuhan dan saat ini Mela sudah menjadi Polwan di Polres Arosuka. Setelah divonis selama 18 Tahun penjara, maka hari-harinya dihabiskan di dalam LP Kelas IIB, Laiang Solok sebagai tahanan. Namun pada hari Rabu tanggal 12 Desember 2016 silam sekitar 18.25, tahanan kasus pembunuhan ini yakni Okto Rezo Putra, (27), berhasil kabur dari LP bersama dua orang temannya sesama napi yang masing-masing tersangkut kasus pembunuhan, perampokan dan penggelapan, dengan cara memanjat dan memotong kawat berduri. Mereka kabur melalui tembok belakang lapas dengan cara menggergaji gembok sel dan memotong kawat berduri pagar tembok

Ringkasnya, selama menjadi buronan dari Polres Solok kota dan Polres Arosuka, Okto Rezo Putra, terus melakukan aksi kejahatan di Solok yakni menjadi otak pelaku curanmor. Sementara dua temannya yang sama-sama kabur dari tahanan, sampai saat ini belum diketahui kemana rimbanya.
Pelarian panjang buronan sekaligus resedivis yang bernama Okto Rezo Putra, warga Jorong Talagodadok, Nagari Sungai Janiah, Kecamatan Gunungtalang, hari Jum’at pagi (9/6) sekitar jam 06.30 WIB, berakhir ditangan polisi. Pelaku pembunuhan dan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini, dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas gabungan Polsek Kubung dan Polres Arosuka. Menurut Kapolres Arosuka, AKBP Reh Ngenana, penangkapan pelaku Rezo yang sudah lama menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) orang ini dilakukan petugas dikawasan Simpang Surya, Kota Solok, sekitar pukul 06.30 WIB. “Selama masa pelariannya, tersangka Rezo menjadi pelaku curanmor dan selama di luar penjara, pelaku telah beraksi di beberapa kawasan di wilayah hukum Polresta Solok dan Polres Arosuka. Dia sangat licin dan beberapa kali akan ditangkap selalu bisa lolos,” jelas AKBP Reh Ngenana. Setelah ditahan sejak dua bulan lalu, kemudian Okto Rezo pada Selasa pagi tanggal 29 Agustus mencoba melarikan diri bersama tiga rekannya dari tahanan Polres Arosuka.

Namun sepandai-pandai tupai melompat, agak sekali-kali akan jatuh juga. Jum’at malam tanggal 24 November 2017, pelaku kasus pembunuhan dan juga curanmor ini, berhasil ditangkap karena kembali terlibat kasus curanmor di Kamang Baru, Sijunjung. Kini hari-hari Okto Rezo akan kembali dihabiskan di penjara.

Menurut praktisi Hukum Kabupaten Solok, AR Dt Mantari Ameh, dengan kaburnya keempat orang tahanan dari Mpolres ini, mendandakan bahwa penegak hukum lemah dalam memberi pengawasan terhadap tersangka. “Apalagi terhadap tersangka Okto Rezo, seharusnya diberikan pengamanan yang ekstra ketat, sehingga tidak dicampur dengan tahanan lain, sebab dia adalah residivis kasus pembunuhan dan juga curanmor dan sangat berbahaya,” jelas Ar Dt Mantari Ameh . Dia berharap, dengan kembali tertangkanya Okto Rezo, kepolisian dan Kejaksaan harus bisa memberkan penjagaan ekstra ketat kepada Okto Rezo agar tidak kabur lagi (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here