Dokter Hewan “YS” Yang Diduga Makar Disidangkan

0
74

LIMAPULUH KOTA, JN- Masih ingat seorang oknum dokter hewan berinitial YS (50 tahun) yang ditangkap Tim Gabungan Satreskrim dan Satintelkam Polres Limapuluh Kota, Senin tanggal 3 Juni 2019 sekitar pukul 02.30 Wib di jalan negara kawasan Tanjung Pati, Kecamatan Harau, karena terlibat dugaan kasus makar akan mendirikan Republik Andalas Raya.

Setelah meringkuk selama 3 bulan di balik jeruji besi rumah tahanan, Senin (30/9) pria beralamat di Padang Jopang, VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota itu, mulai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Pati, Harau.

Sebelumnya, terdakwa SY datang menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Payakumbuh dan langsung digiring menuju sebuah ruangan untuk kemudian menjalani sidang perdana di ruang sidang utama PN Tanjung Pati. Perkara tersebut terdaftar dengan nomor Perkara 109/Pid.Sus/2019/PN TJP.

Setelah sidang dibuka majelis hakim dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Payakumbuh Amrizal,SH dan Yanti Rahman, SH, namun majelis hakim menunda sidang, Senin (7/10) karena Penasehat Hukum terdakwa SY menyatakan belum lengkap mendapat berkas perkara tersebut.

Penasehat Hukum terdakwa SY dari Kantor Hukum Mitra Wahana, Riefia Nadra, SH dan Ine Sari Dewi, SH menyatakan, karena belum lengkap mendapat berkas pihaknya meminta sidang perkara tersebut untuk diundur Senin depan.

“ Iya, karena kelengkapan berkas belum kita dapat maka sidang diundur, sebab berkas tersebut penting untuk pembelaan klien kami,” ujar Riefia Nadra, SH dan Ine Sari Dewi, SH, usai persidangan.

Majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut dipimpin Herry Cahyono. SH yang Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Pati didampingi dua orang hakim anggota, masing-masing Junter Sijabat, SH dan Isnandar S. Nasution,SH.

DIDUGA MAKAR

Seperti diberikan sebelumnya, YS ditangkap Tim Gabungan Satreskrim dan Satintel Polres Limapuluh Kota karena diduga terlibat perbuatan makar.

Di akun facebook bernama Drh Syahrizal terpajang beberapa foto dokter hewan tersebut dan foto sebuah pulau yang ditulis ‘Republik Andalas Raya’.

Dalam Foto Republik Andalas Raya itu juga tertulis kalimat yang berbunyi, “Saya tdk ingin makar tp jika kalian pikir NKRI itu hy hitungan jumlah pemilih di pulau Jawa saya py hak utk bergerak paling terdepan utk mewujudkan ini n jgn kalian anggap ini hy meme meme main mainan saja #kamitelahsedang bergerak, tulis akun tersebut.

Selain itu juga tertulis beberapa kalimat yang merongrong Pemerintah dan menuding Pemerintah zolim, semena-mena, bernada hasutan serta bernada ujaran kebencian.

Atas dugaan makar tersebut dilakukan penangkapan terhadap YS sesuai Laporan Polisi Nomor:L/P/A/57/V/2019/SPKT-LPK tanggal 31 Mei 2019.

Usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Limapuluh Kota, yang bersangkutan langsung dibawa ke Mapolda Sumbar untuk menjalani pemeriskaan di bagian Subdit Cyber Kriminal Khusus Polda Sumbar.

Tersangka YS diduga melanggar tindak pidana setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki maksud penghinaan dan/atau pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh pemilik akun Drh Syahrizal, memposting muatan penghinaan serta muatan untuk melakukan makar dengan maksud hendak memisahkan suatu daerah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dokter hewan tersebut diseret ke PN Tanjung Pati untuk diadili. (dst)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda