Dakwaan JPU Dibantah Oleh PH Terdakwa

0
556

PADANG, JN- Sidang lanjutan dugaan pencemaran nama baik, yang dilakukan oleh salah seorang wartawan surat kabar mingguan, sekaligus pimpinan umum koran Jejak News (JN), yakninya Ismail Novendra (40 tahun), kembali dilanjutkan, di Pengadilan Negeri Padang,Rabu (25/4).

Sidang yang beragendakan pembacaan surat eksepsi atau nota keberatan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) disebutkan, Pengadilan Negeri Padang tidak berwenang mengadili perkara tersebut. ” Dakwaan JPU mengandung kekeliruan yang mendasar, karena perbuatan yang dilakukan seorang wartawan dalam melakukan pemberitaan untuk informasi masyarakat, sehingga itu bukan termasuk perbuatan pidana,” kata Mevrizal, Rudi Harmono, Abel Tasman, Boy Roy Indra, bersama tim lainnya, saat membacakan eksepsinya.

Tim juga menambahkan, terdakwa Ismail merupakan kerja seorang wartawan, dengan undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers pasal 1 ayat 1. ” Terhadap berita-berita yang menyangkut seseorang dan sekelompok orang diberikan hak jawab dan koreksi terhadap berita tersebut,”tambahannya.

Selain itu Tim PH terdakwa menuturkan, dalam eksepsinya halaman 7, surat dakwaan JPU tidak jelas, tidak cermat dan tidak lengkap. ” Terdakwa Ismail telah menkonfirmasikan secara lisan kepada Afizal Djunit bahwa dirinya, mempunyai hubungan keluarga dengan Kapolda Sumatera Barat,”imbuhnya.

Selain itu tim PH terdakwa menjelaskan bahwa, surat dakwaan JPU tidak memenuhi ketentuan pasal 143 ayat 2 huruf b dan ayat 3 KUHAP, maka surat dakwaan JPU batal demi hukum. ” Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan, membebankan biaya perkara kepada negara. Apabila majelis hakim berbeda pendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya,”tungkasnya.

Terhadap eksepsi tersebut, JPU akan menjawab secara tertulis. ” Kita minta waktu satu minggu majelis,”ucap JPU Syawal. Sidang yang diketuai oleh Sukri beranggotakan Suratni dan Agus Komarudin menunda sidang pekan depan.

Dalam dakwaan dijelaskan, Kejadian ini berawal pada 7 Agustus 2017, terdakwa Ismail Novendra, mengirim pesan pendek melalui aplikasi whatsapp. Dimana terdakwa memperkenalkan diri sebagai, pimpinan umum koran jejak news, kepada Afrizal Djunit. Selanjutnya terdakwa menanyakan jabatan Afrizal Djunit, di PT. Bone Mitra Abadi (BMA). Kemudian Afrizal Djunit menjawab, dirinya direktur operasional PT.BMA. Kemudian terdakwa bertanya apakah, Afrizal Djunit adik sepupu Kapolda Sumbar, lalu Afrizal Djunit menjawab tidak benar.

Tanpa konfirmasi lebih lanjut kepada Afrizal, terdakwa membuat judul berita Melirik Sepak Terjang PT.BMA, Dir Ops Akui Dunsanak Kapolda. Edisi 125 Th.IX.28 Agustus-10 September 2017. Terhadap berita tersebut, Afrizal Djunit merasa terhina dan difitnah. Pasalnya pembaca beranggapan Afrizal Djunit memenagkan lelang ada campur tangan dan intervensi dari pihak lain. Kemudian pihak pengguna jasa kontraktor baik dari pemerintah dan swasta akan menganggap negatif.

Pada hal menurut Afrizal Djunit dalam menjalankan usahanya, dimana dirinya sebagai direktur operasional, merupakan pemenang lelang dalam, pengerjaan dan pemasangan pipa serta sambungan rumah hibah air minum perkantoran, 2017 di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Sesuai dengan surat penetapan menang nomor Pokja/37/PP/ULP-PS/IV/2017, tanggal 20 April 2017. (mep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here