Buronan Terpidana Korupsi Instalasi Air Bersih Berhasil Diamankan

0
423
PADANG, KP- Setelah sempat buron selama satu tahun, Khossan Katsidi, terpidana dalam kasus instalasi air bersih di Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, pada tahun 2011, akhirnya berhasil ditemukan dan ditangkap. Menurut Asisten Intel (asintel), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Barat (Sumbar), Teguh Wibowo,  yang didampingi Kasi Penerangan Hukum (Kasipenkum), Yunelda,  mengatakan terpidana Khossan Katsidi diamankan saat sedang makan siang di kawasan, Menteng Jakarta Pusat. ” Terpidana ini ditangkap pada 5 September 2018 kemaren, saat itu dia sedang makan siang bersama keluarga, saat dilakukan penangkapan terpidana ini sangat koorperatif,” katanya.
Selain itu Teguh Wibowo membeberkan bahwa, Khossan Kasitdi dibawa dari Jakarta langsung kebandara. ” Terpidana kita terbangkan bandara Jakarta menuju Padang, selanjutnya kita bawa rumah tahanan anak air,”   Ia juga menjelaskan terpidana Khossan Katsidi, telah divonis bersalah oleh Makamah Agung (MA) RI, nomor 2185 K/Pid.Sus/2016 tertanggal 29 Mei 2017. ” Dalam putusan MA RI terpidana Khossan Khatsidi dinyatakan bersalah dan dijatuhui hukuman selama tujuh tahun, denda Rp 200 juta, dan subsider enam bulan penjara,” jelasnya.
Lebih lanjut  Teguh Wibowo menceritakan,terpidana Khossan Katsidi, sempat menjadi DPO, setelah turunnya putusan MA RI.  Tak hanya itu terpidana Khossan Katisidi, pernah divonis bebas oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas I A Padang. ” Setelah divonis bebas, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Pariaman,langsung menyatakan kasasi, dan akhirnya dikabulkan,” ucapnya. Sebelumnya terpidana Khossan Katsidi, dituntut oleh JPU dengan hukuman pidana selama  enam tahun dan lima bulan penjara.
Selain terpidana Khossan Katsidi, masih ada satu yang masih buron yaitu Ramli, keduanya merupakan rekanan dalam proyek pengerjaan air bersih di Lubukalung, Kabupaten Padangpariaman, tahun 2011. ” Harapan kami hendaknya Ramli dapat menyerahkan diri, toh pada akhirnya ditemukan juga,” ujarnya.   Teguh Wibowo juga menuturkan akibat kasus tersebut negara mengalami kerugian Rp 4.600.000.000.
Kasus proyek pengerjaan air bersih di Lubukalung, Kabupaten Padangpariaman, tahun 2011, pernah disidangkan di Pengadilan Tipikor Padang, tahun 2016. Adapun hakim yang menangani perkara tersebut, Reno Listowo selaku hakim ketua, Sapta Diharja dan M. Takdir masing-masing selaku hakim anggota. Dalam putusan tersebut, Khossan Katsidi dan Ramli yang merupakan rekanaan divonis bebas, karena tidak bersalah. Pada hal dalam tuntutan JPU pada Kejaksaan Negeri Pariaman, keduanya dituntut enam tahun dan lima bulan kurungan penjara.
Dalam dakwaan JPU dijelaskan Awal Mei 2011,Zainir selaku kepala dinas Pekerjaan Umum (PU) (berkas terpisah) pada Padang Pariaman dan menunjuk Budi Mulia sebagai ketua panitia pengadaan barang dan jasa kegiatan di dinas PU Padang tahun 2011. Kemudian dilakukan proses tender ,namun Zainir memmanggil Budi Mulia ke rumahnya untuk memenangkan PT Graha Fortuna Purnama dengan alasan persuhaa tersebut teman Zainir.
 Kemudian panitia pengadaan kontruksi jaringan air bersih / air minum pembangunan sarana air berrsih Padang Pariaman mengumumkan tender pada tanggal 16 Mei 2016. Tender tersebut diikuti 32 perusahan namun sesuai rencana semula PT Graha Fortuna Purnama dimenangkan, dengan harga penawaran terkoresi sebesar Rp 18.337.598.000. Lalu proyek tersebut mulai dikerjakan. Namun beberapa kali mendapat teguran, karena keterlambatan fkemajuan  fisik proyek.  namun uang tetap dicairkan pihak rekanan.
Pada 27 November 2011 Oyer Putra (berkas terpisah) mempersiapkan perubahan kontrak,meski sudah dapat diperkirakan rekanan tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaan. Saat bobot pekerjaan Zainir bersama Oyer melakukan serah terima pekerjaan sementara dengan rekanan PT   Graha Fortuna Purnama yang dokumennya dilaksanakan secara fiktif. Perbuatan terdakwa telah memperkaya orang lain yaitu Khosan Katsidi dan Ramli atau suatu koorporasi  yaitu PT  Graha Fortuna Purnama sebesar Rp 4.469.318.000. (eko)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda