Buron Sejak Tahun 2015: Mantan Bupati Dhamasraya Marlon Ditangkap Kejati Sumbar

0
416
PADANG, JN-Setelah sekian lama menjadi buronan, akhirnya mantan Bupati Dharmasraya Marlon Martua, berhasil ditangkap oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Barat (Sumbar). Marlon Martua yang merupakan terpidana dalam kasus korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Uumum Daerah (RSUD) Dharmasraya, berhasil diamankan  di Bandara Soekarno-Hatta, sekitar pukul 21.00 WIB.
Menurut Kepala Kejati Sumbar Priyanto mengatakan bahwa, keberadaan Marlon Martua sering berubah-rubah, sehingganya pihak kejaksaan terus melakukan pemantauan. ” Saat Marlon Martua berhasil ditangkap lalu  kita bawa ke Padang, dengan menggunakan pesawat. Setelah menjalani periksaan kesehatan di puskesmas Lubuk Buaya lalu kita tahan ke rumah tahanan Anak Air,” kata Kejati Sumbar yang didampingi para asisten dan para Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) se Sumbar, Jumat (28/9).
Selain itu Kejati Sumbar menambahkan bahwa, Marlon Martua sudah divonis oleh Makamah Agung (MA) RI selama 6 tahun penjara. Lebih lanjut Kepala Kejati Sumbar menuturkan, dalam penangkapan Marlon Martua tidak ada perlakuan khusus. Tak hanya itu Kepala Kejati Sumbar menyebutkan, Marlon Martua ditetapkan menjadi buronan sejak keluarnya putusan dari MA RI.
Kejati Sumbar  menjelaskan bahwa, selain Marlon Martua yang menjadi buronan, masih ada yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). ” Saya berharap kepada yang masih buronan agar segera menyerahkan diri, toh nanti akan tertangkap juga, hormatilah hukum karena hukum itu adalah panglima,” tegasnya.
Sementara itu Asisten Intel (Aspidsus) Kejati Sumbar, Teguh, Marlon Martua ditetapkan menjadi buronan sejak tahun 2015 lalu. Dalam melakukan penangkapan pihak Kejati berkerjasama dengan Kejaksaan Agung (Kejagung). ” Tak ada perlawanan terhadap Marlon,” ucapnya.
Sebelumnya Marlon Martua merupakan mantan Bupati Dharmasraya pada priode 2005 hingga 2010. Pada tahun 2015 Marlon Martua pernah disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, dalam kasus pengadaan lahan pembangunan Rumah Sakit Sungai Dareh. Kala itu Marlon Martua dinyatakan bersalah dan divonis satu tahun kurungan penjara, denda Rp 200 juta dan subsider 6 bulan.
Menanggapi hal tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan banding bahkan kasasi, sehingganya Makamah Agung (MA) RI memperberat hukuman Marlon Martua menjadi 6 tahun kurungan penjara dengan perintah ditahan. (eko)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda