Buang Anak Akibat Hamil Di luar Nikah, Mahasiswi Asal Sumut Disidangkan

0
789
PADANG,JN- Setiap orang tua selalu menandambakan kelahiran seorang anak, karena anak adalah anugerah tuhan yang amat besar. Tapi apa yang terjadi, seorang ibu tega membuang buah hatinya, karena takut tidak diterima oleh keluarganya. Hal inilah yang terjadi pada terdakwa Mariati Simarmata, alias Meme (23), asal Sumatera Utara.
Terdakwa yang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Padang, Senin (8/1), terlihat menyesali perbuatannya. Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irawati, pada Kejaksaan Negeri Padang, menghadirkan empat orang saksi.
Para saksi yang dihadirkan yakninya Nurlince Manalu (orang tua terdakwa), Wili Asastuti (yang menemukan bayi), Putri Betria yang merupakan rekan terdakwa (dalam berkas terpisah), dan Afnidanur, (bidan). Menurut keterangan Wili Asastuti, dirinya menemukan bayi di dekat rumahnya pada pukul 06.00 wib. ” Waktu itu saya diberitahu oleh tetangga saya, kalau didekat rumah saya ada bayi. Kemudian saya melihatnya dan bayi berada di dalam kardus,” katanya.
Saksi  menambahkan, kondisi bayi pada waktu itu hidup. ” Bayi yang saya temukan waktu itu dalam keadaan sehat. Kemudian saya melaporkan ke RT setempat, dan dilanjutkan melapor ke kantor polisi terdekat, untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bayang Kara Padang,” tambahannya.
Saksi lainnya, Afnidanur menyebutkan, terdakwa  datang ke rumah untuk melahirkan. ” Waktu terdakwa datang, ketuban sudah pecah, kemudian terdakwa melahirkan pada sekitar pukul 21.00 WIB, waktu saya dibantu oleh asisten saya,” ujarnya.
Saksi juga berkata bahwa, bayi lahir dalam kondisi normal. ” Bayi lahir dalam keadaan normal, kemudian pada esok harinya terdakwa pulang kerumahnya,” pungkasnya.  Sementara saksi Putri yang merupakan rekan terdakwa mengaku bahwa, dirinya bersama terdakwa naik sepeda motor dan putar-putar di komplek Mega Marina, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
” Awalnya saya disuruh terdakwa mencari karton, tapi saya menolak, karena dipaksa oleh terdakwa akhirnya saya mau mencarinya. Lalu saya bersama terdakwa masuk ke dalam komplek Mega Marina Pasir Putih, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Melihat rumah akhirnya saya meletakkan bayi tersebut ke dalam karton,” ucapnya.
Lebih lanjut Putri menyebutkan bahwa, terdakwa memiliki pacar, tetapi waktu terdakwa sedang hamil, sudah putus dengan pacarnya. Sementara orang tua terdakwa, Nurlince Manalu, mengungkapkan, dirinya pernah melarang anaknya (terdakwa Mariati) berteman dengan Putri, karena Putri tidak baik.
Setelah mendengarkan keterangan para saksi, terdakwa Mariati membantah keterangan saki Putri. ” Keterengannya tidak benar itu bohong semua,”ujarnya. Sidang yang ketuai oleh Agnes Sinaga beranggotakan Inna Herlina dan Ari Muliady menunda sidang pekan depan. Dalam dakwaan disebutkan, terdakwa Mariati  membuang bayi yang merupakan anak kandungnya, pada tanggal 25 Agustus 2017 lalu.
Di komplek Mega Marina Pasir Putih, Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Warga yang menemukan bayi tersebut, langsung melaporkan kepada ketua RT dan polisi, diproses lebih lanjut. Akibat perbuatannya  terdakwa dijerat dengan pasal 305 KUHP.(mep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here