Berbuat Mesum di Mushalla, Pasangan LGBT di Gerebek Warga Cupak

0
3027

SOLOK, JN- Masyarakat Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, digemparkan dengan adanya pengerebekan warga terhadap pasangan sesama jenis, yang kedapatan sedang melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseksual), bertempat di Mushalla Dagang Balerong, Nagari Cupak, pada Senin (2/3) dinihari.
Wali nagari Cupak Fatmi Bahar Dt. Tuo, kepada Media ini Senin malam (2/3), mengisahkan, kejadian berawal saat dua orang remaja mengaku kemalaman di jalan dan tidak punya uang untuk ongkos pulang mau menuju kampung halamannya di Aie Dingin.Selain itu juga tidak adanya angkot, keduanya menumpang kepada warga sekitar untuk menginap di Musalla Dagang Balerong.
“Ya, karena kemalaman, warga kita mengizinkan mereka menginp di Mushalla. Namun saat tengah malam warga yang sedang berada di warung, mulai curiga kepada tamu tersebut. Sebab lampu mushalla dimatikan dan warga mencoba mengintip dan mendengar suara aneh dari dalam mushalla,” terang Fatmi Bahar.
Rupanya kecurigaan warga dan pemuda, terbukti. Saat digerebek, keduanya dalam keadaan bugil dan sedang melakukan hubungan sejenis atau LGBT.”Kita nemang sudah menghimbau kepada Bapak Jorong dan Warga, agar waspada kepada setiap orang baru yang masuk ke Nagari kita. Sebab bisa saja mereka betniat mau berbuat kriminal,” terang Fatmi Bahar.Walinagari juga sangat menyayangkan bahwa jedua pelaku telah menodai tempat ibadah umat Islam.
Kedua pasangan homo yang ditangkap, masing-masing berinisial EA (23), warga kota Solok dan RA (14), mengaku warga Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok.
Kapolres Solok AKBP Azhar Nugrohomelalui Kapolsek Gunung Talang Iptu Azwari Siregar, SH, saat dihubungi awak media membenarkan kejadian tersebut.”Ya, saat diamankan warga, keduanya sedang berbuat mesum di tempat ibadah,” sebut Iptu Azwari Siregar.Disebutkannya, pasangan homo tersebut digerebek saat menjelang Shubuh, dan sudah dicurigai warga sejak malam hari.
Sebelum diserahkan ke polisi, kedua pelaku dibawa ke kantor Walinagari dan merka tidak bisa menghindar karena kedapatan sedang indihoy atau sedang imelakukan hubungan sesama jenis di mikrab mushalla dengan kondisi sama-sama telanjang bulat.
Selanjutnya kedua pelaku diserahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Solok, karena salah seorang pelaku masih dibawah umur. Polisi masih mendalami apa motif dibalik semua ini.

Bupati Gusmal Ikut Prihatin


Sementara Bupati Solok, H. Gusmal, mengau ikut Prihatin yang mendalam dengan kejadian tersebut.
“Kita merasa sedih dan prihatin dengan kejadian ini. Ini benar-benar sudah memalukan. Setahun yang lalu kita di Kabupaten Solok pernah melakukan Muzakarah Ulama, ingin menemukan penyebab ada nya LGBT ini. Cuman kita belum tau apa penyebab utamanya, yang pasti memang pendalaman agama yang kurang,” sebut H. Gusmal.
Bupati juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi di Kabupaten Solok fan Sumbar (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here