Bendahara Nagari Talang Babungo Akhirnya Ditahan Kejari Solok

0
593

SOLOK, JN- Diduga ikut terlibat menyelewengkan dana desa, Bendahara Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti Kabupaten Solok, Darmiatis (48) akhirnya ditahan oleh pihak Kejaksaan Negri Solok, Selasa (13/8).

Bendahara yang sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka tersebut untuk sementara dititipkan di Lapas Kelas II B Solok. Tersangka digiring menuju Lapas sekitar pukul 19.20 Wib menggunakan mobil operasional kejaksaan.
“Ya, tersangka sudah kita tahan sejak Selasa, karena diduga ikut terlibat bermain penyelewengan dana desa atau dana Nagari,” sebut PLH Kepala Kejaksaan Negeru Solok, Muhammad Anshar Wahyudin, kepada awak media Rabu (14/8).

Diketahui, tersangka yang sudah 13 tahun menjadi bendahara nagari itu datang memenuhi panaggilan jaksa sekitar sekitar 09.00 WIB dengan menggunakan ojek. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, tersangka akhirnya langsung ditahan.

Disebutkan wahyudin, untuk sementara waktu, tersangka dititipkan di Lapas Kelas II B Solok, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus dugaan korupsi dana desa yang menyeret bendahara dan Walinagari Talang Babungo terjadi pada tahun 2018. Sejumlah kejanggalan terkait penggunaan dana desa menyeruak dan bermuara di Kejaksaan Negri Solok.

Kasi Pidsus Kejari Solok, Wahyudi Kuoso, juga menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, banyak kejanggalan dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan menggunakan dana nagari pada tahun anggaran 2018 di Nagari Talang Babungo.

“Dana Sisa Lebih penggunaan Anggaran (Silpa) yang semestinya disimpan di rekening nagari, ternyata kosong dan juga tidak bisa ditunjukkan dalam bentuk tunai. Penggunaan anggaran pembangunan yang tidak sesuai peruntukan serta pajak yang tidak disetorkan ke negara,” ungkap Wahyudi Kuoso didampingi Kasi Intel, Yang Subiyono.

Dari dugaan penyelewengan dana desa tersebut, ditaksir potensi kerugian negara sekitar 800 juta lebih.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 18 Ayat 1 huruf b, ayat 2 dan 3 Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sebelumnya, Pihak Kejaksaan Negeri Solok sudah terlebih dahulu menahan Walinagari Talang Babungo, Zulfatriadi terkait kasus yang sama pada 24 Agustus 2019 lalu. Penegak hukum masih terus mengembangkan kasus ini, apakah masih ada tersangka lain (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here