Bacok Orang Hingga Meninggal, Ali Yusuf Dimeja Hijaukan

0
894

PADANG,JN- Terdakwa Ali Yusuf (54) yang diduga melakukan pembacokan terhadap Syamsuar, tak kuasa menahan air matanya saat mendengarkan keteragan saksi. Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tanti pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, menghadirkan empat orang saksi. Para saksi yang dihadirkan yakninya Rohani panggilan Upiak (istri korban), Oyong (kakak kandung korban), Wat (tetangga korban), dan Siska anak kandung terdakwa.

Menurut saksi Rohani yakninya istri korban mengatakan, pada 14 Juli 2017 terdakwa datang kerumah dengan mengendarai sepeda motor. ” Saat terdakwa turun dari sepeda motor, terdakwa langsung menendang Syamsuar (korban), sebanyak tiga kali hingga jatuh. Kemudian terdakwa langsung mengayunkan parang kearah korban, tepatnya dibagian kepala hingga berkali-kali. Waktu itu terdakwa datang tanpa bicara majelis ,” kata saksi istri korban.

Ia menambahkan bahwa, korban bersimbah darah. “Saat korban terjatuh dan terluka saya langsung teriak dan terdakwa langsung pergi menaiki sepeda motor,”tambahannya. Tak hanya itu saja, saksi juga menjelaskan, korban langsung dibawa kerumah sakit. ” Awalnya saya membawa suami ke ruumah sakit ibnu sina, namun akhirnya dirujuk ke rumah sakit M.Djamil Padang. Tak lama kemudian suami saya diboleh kan pulang oleh rumah sakit. Namun suami saya mengluhkan pusing dan dilarikan kerumah sakit ibnu sina, hingga akhirnya meninggal dunia,”jelas saksi.

Saksi lainnya yakninya, Wat menuurkan bahwa, dirinya melihat peristiwa pembacokan tersebut. ” Saya lihat kejadian ini sekitar dua meter. Terdakwa datang pakai sepeda motor, setelah turun dari sepeda motor, terdakwa menendang korban dan mengayunkan parang ke arah korban, setelah itu tedakwa pergi menggunakan sepeda motor,” tuturnya.

Lebih lanjut saksi menerangkan, bahwa terdakwa sering datang kerumah korban. Sementara itu saksi Oyong menyebutkan bahwa, permasalah korban dengan terdakwa tidak tahu. ” Sebelum kejadian itu, terdakwa datang kerumah saya, terdakwa mengucapkan salam kepada saya. Lalu terdakwa pukul kepala saya, waktu itu anak saya pas diruman. Anak saya langsung teriak dan terdakwa melihat anak saya, pas waktu itu saya langsung melarikan diri dari terdakwa. Kemudian terdakwa pergi menaiki sepeda motor,” imbuhnya.

Sementara itu, saksi Siska yang merupakan anak terdakwa mengungkapkan bahwa, terdakwa keseharian berprofesi sebagai tukang ojek dan dirinya tidak tahu permasalahan antara korban dengan terdakwa. Dalam persidangan tersebut, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) tampak menangis. Sidang yang diketuai oleh Inna Herlina beranggotakan Agnes Sinaga dan Ari Muliady, menunda sidang pekan depan. Dalam dakwaan disebutkan terakwa bersalah melanggar pasal 354 ayat 2 KUHP jo pasal 44 ayat 1 dan 2 KUHP (mep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here