Ayah dan Anak Ditangkap Karena Edarkan Narkoba

0
525

PAYAKUMBUH, JN- Tim Opsnal Satreskoba Polres Payakumbuh berhasil menangkap empat tersangka pengedar dan pemakai narkoba jenis sabu-sabu, Sabtu (12/11) sekitar pukul 01.00 dinihari. Ternyata dua orang diantara tersangka adalah ayah dan anak yang nekad sebagai pengedar narkoba.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Doni Setyawan melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Desneri didampingi KBO Satreskoba, Iptu Rika Susanto dan Kasubag Humas, Ipda Aiga Putra menyebutkan bahwa, ke empat tersangka pengedar dan pemakai sabu-sabu itu berhasil ditangkap dalam waktu satu malam di dua Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) berbeda di wilayah hukum Polres Payakumbuh.

“Ke empat tersangka dibekuk setelah Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Payakumbuh menerima laporan dari masyarakat, terkait maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu di kawasan Payakumbuh Timur. Dari informasi tersebut dilakukan penyelidikan dan penggerebekan terhadap sebuah rumah di Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur. Di rumah tersebut polisi mengamankan dua orang warga berinisial BK (33 tahun) dan RE (40 tahun) yang sama-sama berprofesi sebagai sopir,” ungkap Iptu Desneri.

Tim Opsnal Satresnarkoba tidak saja menggeledah tersangka BK dan RE, namun pemilik rumah dan sejumlah orang yang tengah berada di rumah tersebut juga dilakukan pemeriksaan, tetapi tidak ditemukan narkoba.

Sementara, BK dan RE saat digrebek tengah berada di sebuah kamar tengah mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Karena tidak bisa melarikan diri, keduanya hanya bisa pasrah saat dilakukan penangkapan. Dari penangkapan itu, berhasil diamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa alat hisap, plastik serta narkoba jenis sabu-sabu sisa pakai.

Kepada anggota Satnarkoba Polres Payakumbuh, tersangka BK mengakui bahwa dia mendapatkan barang haram tersebut dari seorang pengedar berinisial AR panggilan Jii. Hingga kemudian dilakukan pancingan untuk melakukan transaksi. Karena tak menduga yang menghubunginya adalah tersangka BK yang telah dibekuk, AR alias Jii mengamini permintaan BK untuk mengantarkan narkoba jenis sabu-sabu.

Namun narkoba pesanan BK tersebut tidak diantar langsung oleh AR alias Jii, melainkan diantar oleh seorang remaja berinisial AI (20 tahun) yang merupakan kemenakan dari AR alias Jii, hingga kini buron.

Kepada anggota Satnarkoba Polres Payakumbuh, AI yang sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 2 SLTA itu mengakui bahwa perintah untuk mengantarkan sabu-sabu itu dilakukan oleh AR lewat sambungan telepon. Sebab malam sebelumnya, narkoba jenis sabu-sabu satu paket itu telah diserahkan oleh ayahnya AJ (42 tahun) kepadanya untuk dijual.

” Saya dihubungi pak AR alias Jii untuk mengantarkan pesanan sabu-sabu kepada seseorang, Narkoba itu sebelumnya diberikan oleh ayah saya,” aku AI saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Payakumbuh kawasan Labuah Basilang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Sabtu (12/10).

Usai menangkap AI sekitar pukul 04.00 Wib di Kelurahan Tiakar dengan barang bukti dua paket narkoba jenis sabu-sabu siap edar itu, Tim Opsnal bergerak ke gedung GOR Kubu Gadang yang bersebelahan dengan Kantor Dinas PUPR Kota Payakumbuh. Disalah satu ruangan di GOR tersebut, polisi membekuk AJ yang merupakan orang tua AI sekaligus kakak kandung AR alias Jii.

Pengkapan tersangka AI berjalan bak film laga, Polisi yang melakukan pengintaian langsung meloncat dari kendaraan saat berpapasan dengan AI yang berjalan kaki, akibatnya salah seorang anggota Opsnal Satreskoba Polres Payakumbuh harus mengalami luka di bagian kaki.

Hingga kini, keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Payakumbuh, sementara AR alias Jii berhasil melarikan diri dan kini menjadi buronan pihak Polres Payakumbuh. (dst)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here