Ayah Bejad di Limau Lunggo Perkosa Anak Hingga Hamili 6 Bulan

0
21945

SOLOK, JN- Peristiwa memalukan kembali terjadi di bumi bareh Solok. Setelah kasus tertangkapnya sepasang remaja sedang berbuat mesum atau LGBT di sebuah mushalla di Nagari Cupak, Minggu ini publik Solok kembali dihebiohkan dengan kasus ayah memperkosa anak gadisnya hingga hamil.


Kasus Bapak menghamili anak ini terjadi di Nagari Limau Lunggo, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok,  dan sempat menggemparkan masyarakat di Kabupaten Bumi Penghasil bareh tanamo tersebut.
Kasus ini terbongkar setelah seorang Bapak yang bernama Zulfadri (45), warga Jorong Karatau  Nagari Limau Lunggo Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok , dilaporkan keluarga korban yang bernama RDS (22)  warga Jorong Karatau Nagari Limau Lunggo Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok.


Kapolres Solok, AKBP Azhar Nugroho, melalui Kasat Reskrim Polres Solok, AKP Deny Akhmad, kepada awak media menyebutkan bahwa peristiwa kejadian terjadi pertengahan Bulan Agustus 2019,  sekira pkl 15.00 Wib di rumah korban di dusun Tabek Jorong Karatau Nagari Limau Lunggo Kecamatan Lembang  Jaya Kabupaten Solok.
“Saat kejadian, dimana pelaku pulang dari ladang korban dipaksa berhubungan badan dengan pelaku karena pelaku tidak tahan melihat tubuh anaknya yang mulus dan korban tidak berdaya. Selain itu, dengan kondisi rumah sepi, pelaku dengan leluasa melakukan aksinya,” terang AKP Deny Akhmad, yang diamini Kanit PPA Polres Solok Bripka Boby Hariyanto, Kamis (12/3).
Setelah kejadian pemerkosaan, korban tidak berani melapor kepada siapapun. Dan pelaku juga dengan berulang kali melakukan aksinya hingga bulan Februari 2020 dan saat ini korban hamil 6 bulan.
Mengetahui korban hamil, keluarga korban merasa tidak  senang dan diruggikan, kemudian keluargga korban melaporkan perkara tersebut ke unit PPA Polres Solok.Usai mendapat laporan, Satuan Reserse dan Kriminal Polres Solok, langsung menangkap pelaku dikediamannya di Limau Lunggo, Rabu sore.
Tersangka yang berprofesi sebagai petani tersebut, saat ini sudah diamankan di Mapolres Solok untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Menurut Kapolres, tersangka dapat dijerat dengan Pasal 294 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang perbuatan cabul terhadap anaknya dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun. Namun, dalam praktiknya pelaku pemerkosa anak (termasuk anak kandungnya) dapat dijerat dengan Pasal 81 ayat (3) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo. Pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (01jn/wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here