Apakah Masih Dendam Pilkada: Gusmal Dituding Hambat Pemasangan Baliho Bachtul

0
1570

SOLOK,  JN- Sebagai seorang Caleg DPR RI dari Dapil Sumbar 1 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), berbagai rintangan dan hambatan dialami oleh Ir.  Bachtul.


Bachtul dininilai sangat berpeluang besar menjadi salah satu bahkan satu satunya putra Solok untuk lolos ke Senayan mengingat persaingan internal di masing masing partai. Namun langkah Bachtul justru terhambat ketika akan memasang APK berupa baliho dikampungnya sendiri, tepatnya ditikungan dekat kelok Surian,  Nagari Koto Gadang Guguk, kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok.


Tak tanggung tanggung,  yang melarang atau menghambatnya adalah Bupati Solok,  H Gusmal dt Rajo Lelo, yang juga putra Koto Gadang Guguk.  Bahkan selain bertetangga dekat,  dua orang ini juga masih terikat hubungan saudara. 
Bachtul dan Gusmal juga menjadi rival pada Pilkada Kabupaten Solok 2015 yang lalu. Dikisahkan Bachtul,  saat itu peristiwa itu terjadi sekitar 1 bulan yg lalu tepatnya pada tanggal 16 Januari 2019. “Waktu  ada anggota saya yang akan memasang baliho,  Bapak Gusmal sendiri yang turun langsung menghambat dan menghentikan pemasangan baliho saya dengan melarang pekerja. Bupati Gusmal datang ke lokasi menumpang kendaraan dinas sedan Camry BA 1 H. Dan waktu itu beliau meminta kepada pekerja agar pemasangan baliho dihentikan dengan alasan karena baliho tersebut didirikan di atas tanah miliknya,” ujar Bachtul,  Rabu sore (13/2). 


Disebutkan Bachtul,  usai kejadian itu,  Gusmal juga mengutus dua orang anak kemenakannya ke lokasi untuk mengamati situasi di lapangan.
Bachtul yang mendapat laporan dari pekerjanya bahwa pemasangan balihonya dihentikan oleh Gusmal, langsung bergegas menemui Gusmal di rumah pribadinya untuk mengklarifikasi masalah itu bahwa tiang baliho itu bukan diatas  tanah Gusmal,  melainkan di pinggir jalan negara atau daerah Masuk Jalan (DMJ). Namun ketika Bachtul datang ke rumah pribadi Bupati Solok itu,  Gusmal malah tidak mau ditemui. “Waktu saya datang, ajudan Bupati Gusmal menyebutkan bahwa beliau sedang beristirahat, padahal selang waktunya hanya beberapa menit saja setelah Gusmal menghentikan pemasangan baliho tersebut, dan saya sendiri datang menemui Gusmal dengan semangat kekeluargaan dan dengan niat baik,” tutur Bachtul. 
Dijelaskannya, tidak cukup hanya menghentikan sendiri pemasangan baliho Bachtul, ternyata kemudian Gusmal juga menggunakan pengaruhnya sebagai Bupati dan melaporkan pendirian baliho tersebut kepada pihak Satpol PP dan bidang perizinan pemerintahan kabupaten Solok. Mendapat laporan itu,  Satpol PP dan bidang perizinan turun ke lokasi.Mendengar keberadaan Satpol PP dan bidang perzinan kabupaten Solok di lokasi, Bachtul ysng sedang berada di rumah orang tuanya yang juga tidak jauh dari lokasi mendatangi lokasi. 


“Waktu itu terjadi dialog antara saya dengan anggota Satpol PP dan anggota bidang perizinan dilapangan. Dari dialog itu saya mengetahui bahwa turunannya aparat Pemerintah kabupaten Solok adalah untuk menindaklanjuti “laporan” Gusmal kalau saya mendirikan balihonya di atas tanah milik Gusmal. Namun dari hasil pengamatan bersama dilapangan antara saya dengan aparat Pemerintah Kabupaten Solok yang turun, diperoleh kesimpulan bahwa baliho yang saya didirikan dalam rangka pileg 2019 adalah di kawasan DMJ atau bahu jalan dan tidak terletak di atas tanah yang diklaim milik Gusmal,” terang Bachtul. 


Ditambahkan politisi dari PPP itu,  walau sudah ada kesimpulan demikian, namun anggota bidang perizinan dan satpol PP minta kepada saya untuk menghentikan satu hari pekerjaan baliho tetsebut, sembari mereka menyampaikan laporan kepada Bupati terkait hasil pengamatan di lapangan. 
Maka atas saran itu,  Bachtul pun mengaku menerima permintaan itu dengan lapang hati.Selanjutnya Bachtul kembali mencoba menemui Gusmal di rumah pribadinya, namun Gusmal tidak berani bertemu dirinya.  Bahkan hampir satu jam Bachtul menunggu di rumah Gusmal, namun Gusmal tetap tidak berani menemui Bachtul dan tetap berkurung di dalam rumah. Menurut Bachtul ketika wartawan kami wawancarainya, mungkin Gusmal malu karena telah salah mengakui kawasan DMJ dan bahu jalan sebagai miliknya.
Sehari berselang dari kejadian Bachtul menerima Surat dari Pemda Kab Solok yang ditandatangani Setda Aswirman yang meminta Bachtul menunda penyelesaian tonggak baliho itu dengan alasan belum ada Izin dari Pemkab Solok. 


“Disini saya merasa ada keanehan, kenapa alasan penghentian pendirian balihonya sebagai caleg PPP jadi berubah dari awalnya karena didirikan di tanah Gusmal menjadi karena tidak ada izin dari Pemkab. Saya menenggarai perubahan alasan itu semata untuk menutup malu dan menyelamatkan muka Gusmal yang telah keliru menghentikan pendirian baliho saya, ” tutur Bachtul. Bahkan pihaknya menuding Gusmal memperalat Pemda untuk alasannya berlindung. 
Merespon surat Pemda kabupaten Solok itu,  Bachtul telah menemui Sekdakab Solok, Aswirman pada  hari Kamis tanggal 24 Januari 2019 lalu. Pada kesempatan itu. Bachtul menanyakan kepada Setda sejak kapan Caleg yang ikut kontestasi Pileg untuk mendirikan APK seperti baliho harus minta izin dari Pemda? Kemudian Bachtul menanyakan apa peraturan yang dijadikan dasar pelarangan pendirian APKnya dan kenapa hanya dirinya yang dilarang sementara banyak caleg lain juga memasang APK dengan ukuran yang cukup dan dengan rangka besi tidak dikenai larangan tapi bebas memasang APK berupa baliho dan jenis lainnya.
Terhadap pertanyaan-pertanyaan itu,  Sekda juga tidak bisa menyampaikan aturan yg menjadi dasarnya dan mengatakan akan menanyakannya dulu kepada OPD terkait. Namun sampai berita ini dibuat, Bachtul belum pernah dihubungi Pemda Kabupaten Solok tentang alasan atau dasar dikeluarkan surat sekda itu. Sehingga masalah pelarangan baliho Bachtul oleh Gusmal sampai saat ini masih mengambang.


Namun beberapa kalangan menilai bahwa penghambatan dan penghentian pendirian baliho Bachtul sebagai Caleg oleh Bupati Gusmal yang kemudian meminjam tangan pemda untuk maksudnya tersebut tidak bisa dilepaskan dari rivalitas Pilkada Kabpaten Solok 2015 lalu.
“Sepertinya Pilkada Kabupaten Solok masih menyisakan dendam. Kemungkinan ini adalah berkaitan dengan dendam Pilkada, malah saya menyatakan merasa aneh dan lucu, kok yang menang yang masih menyimpan kekecewaan dan dendam, bukan biasanya yang kalah yang begitu?,” tanya Bachtul sambil menggaruk kepalanya yang mungkin tidak gatal.
Bagi Bachtul sendiri pilkada telah usai, dan dia dapat menerima kekalahannya dengan ikhlas dan dirinya uga nyatakan kalau dia juga nyatakan ikhlas menerima kemenangan Gusmal, karena menutnya Gusmal lebih membutuhkan kemenangan itu, terutama bagi dirinya pribadi, karena keterpilihannya sebagai Bupati Solok selepas keluar penjara karena kasus korupsi bisa dia gunakan untuk memulihkan nama baik dirinya dan keluarganya. 


“Jadi menurut saya akan sia sia kesempatan itu jika Gusmal lupa diri dan masih saja mencari lawan dan menzalami rival politiknya ketika pilkada,” cetus Bachtul. 
Saat ini Bachtul sedang mempertimbangkan perbuatan Gusmal menghambat dan pendirian balihonya dibawa ke ranah hukum. Seraya menyayangkan kenapa Gusmal tidak membicarakan masalah baliho itu secara langsung ke dirinya dengan semangat kekeluargaan dan silaturrahmi. Padahal mereka satu kampung, bahkan rumahpun berhadap hadapan dipisahkan jalan nasional di  jorong Pasar Usang, Koto Gadang Guguk. 


Bachtul pun menyayangkan kenapa Gusmal turun langsung menghambat dan menghentikan tukang dilapangan, kenapa tidak melalui dirinya sebagai orang yang meminta tukang untuk bekerja.
“Dengan melarang tukang secara langsung di lapangan, terkesan Gusmal emosional dan merendahkan dirinya sendiri dihadapan orang banyak,” sebut Bachtul. Kemudian Bachtulk juga menyayangkan kenapa Gusmal membawa masalah ini ke ranah publik dengan mekaporkan dan meminta aparat pemerintah/publik turun ke lapangan. Padahal kalau dibicarakan secara terbatas masalah ini tidak akan merebak ditengah tengah masyarakat.

Hingga, berita ini diturunkan, Bupati Solok, H. Gusmal Ketika dikonfirmasi prihal ini secara langsung melalui Hpnya tidak aktif dan ketika di WA juga belum beliau balas (001/jn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda