AKBP Dony Setiawan: Mantan Kadis PU Perumahan Kota Solok Diperiksa di Polda Sumbar

0
684

SOLOK, JN- Kasus penipuan yang dialami korban, Jaralis seorang pensiunan ASN yang juga mantan Kadis Perkim Kota Solok, sempat menghebohkan masyarakat Kota Solok. Nominal yang sangat banyak, korban ditipu oleh pelaku berinisial AR, bahkan mengeluarkan uang hingga sebanyak 71,3 Juta. Alhasil kasus ini menjadi buah bibir ditengah masyarakat Kota Solok. Pertanyaan mendasar dan menarik tentunya adalah, mengapa korban mau mengeluarkan uang segitu banyak ?.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan ketika dikonfirmasi Koran Padang mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka AR menjanjikan kepada korban bahwa tersangka dapat menghentikan penyidikan perkara dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka, dengan alasan tersangka banyak kenalan di Mabes Polri dan KPK.

Tersangka melakukan penipuan dengan cara mengirim surat aduan ke KPK sebanyak dua kali Agustus 2018 dan Januari 2019. Dengan bermodalkan surat aduan dan foto-foto bersama orang yang disebut-sebutnya sebagai penyidik KPK, tersangka akhirnya berhasil menyakinkan korban.

Tersangka kemudian melanjutkan dengan meminta uang kepada korban sebanyak 13 kali, baik dengan cara tunai maupun transfer dengan rentang waktu Mei 2018 hingga Januari 2019, dengan total fantastis 71,3 juta. Tersangka mengatakan uang tersebut akan diberikan kepada penyidik KPK dan Mabes Polri agar penyelidikan atau penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok dapat dihentikan.

Namun,korban menyadari dan merasa ditipu sejak bulan Februari 2019, saat korban menerima panggilan saksi dari penyidik Polda Sumbar terkait penanganan dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok, korban terkejut mendapat panggilan itu, karena korban merasa telah mengeluarkan uang banyak. Korban kemudian membuat laporan penipuan ke Polres Solok Kota pada 17 Juni 2019. Sementara tersangka AR ditahan pada 2 Juli 2019.

Ketika ditanya mengapa korban mau mengeluarkan uang segitu banyak, Kapolres mengatakan pihaknya masih mendalami hal tersebut. ” Kenapa korban mengeluarkan uang, ya karena ditipu tersangka. Tapi mengapa korban mau mengeluarkan uangnya, itulah yang sedang di dalami,” kata Kapolres.

Sementara itu korban Jaralis, ketika dihubungi Koran Padang via selular berkali-kali tidak ada jawaban. Ketika ditanya dimana keberadaan korban, Kapolres mengatakan korban sedang di proses di Polda Sumbar. “Ya, korban sedang diproses tipikor di Polda Sumbar. Sejauh mana prosesnya, ada baiknya konfirmasi ke Polda,” kata Kapolres.

Apakah ada pelaku lainnya, Kapolres mengatakan tersangka untuk saat ini tunggal, melakukan sendiri, namun ada indikasi ada beberapa orang lagi korban dari perbuatan tersangka. “Tersangka untuk saat ini tunggal, dia melakukan penipuan sendiri, dan ditemukan ada beberapa orang lagi yang menjadi korban. Untuk itu tidak perlu takut melapor, silahkan melapor, akan kami tunggu,” kata Kapolres.(van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda