90 Kilogram Ganja Dimusnahkan di Polresta Solok

0
455

SOLOK, JN– Barang bukti ganja kering sebanyak 86,37 kilogram, dimusnahkan di halaman Mapolres Solok Kota dengan cara dibakar. Pembakaran BB ganja tersebut dihadiri seluruh unsur Forkompinda Kota Solok, Jumat (12/1). Ganja tersebut merupakan hasil tangkapan dari tersangka yang merupakan mantan dari anggota kepolisian di Aceh. Tersangka Fakhrur Rozi (32) asal Aceh merupakan anggota polisi yang desersi, diamankan di Kawasan Lembang Nagari Singkarak, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok Rabu (27/12) lalu.

 

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, mengatakan barang bukti yang sebelumnya diamankan seberat 90 kilogram setelah ditimbang kembali beratnya menjadi 86,37 kilogram. Ia menjelaskan, barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dihadapan Ketua Pengadilan, Kajari Solok,Dandim 0309, Wakil Walikota Solok, staf ahli bupati Solok, Muspida, Dinas Kesehatan dan personil Polres Solok Kota.

“Kita minta kepada tersangka agar bertobat, jangan mengulangi perbuatannya lagi. Jalanilah sidang nanti dengan baik di Pengadilan Negeri Kota Solok,” katanya.

Dikatakan, pemusnahan barang bukti ganja ini sebagai bentuk komitmen Polres Solok Kota, untuk terus memberantasan segala bentuk peredaran narkoba di wilayah tersebut.

“Sekaligus juga, bentuk keseriusan untuk mengungkap dan menangkap para pelaku, pengedar, pembawa maupun bandar yang masuk ke wilayah hukum Polres Solok Kota,” katanya.

Sementara itu Ketua BNK Kota Solok ,Reiner mengatakan bahwa pemusnahan ganja ini menjadi salah satu pemusnahan pikiran negatif masyarakat juga.

“Dengan dimusnahkannya ganja ini menjadi berkurangnya masyarakat yang bisa terkena dampak buruk ganja tersebut,” ujarnya.

Ketua BNK dan juga Wakil Walikota Solok mengatakan pengungkapan penyalahgunaan narkoba juga membutuhkan dukungan bersama dari masyarakat. Termasuk pentingnya peran ninik mamak dalam memagari kemenakan dan keluarganya dari bahaya narkoba.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Solok Kota, Iptu Dodi Apendi menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian mendapatkan informasi bahwa tersangka tersebut akan membawa ganja dari Kota Langsa Provinsi Naggaroe Aceh Darussalam ke Sumbar.

“Sebanyak 86 kilogram ganja itu disimpan di dalam kardus yang di bawa menggunakan satu unit mobil. tersangka merupakan Bandar obat terlarang, saat dicegat dijalan, tersangka sempat mencoba melarikan diri dan sempat melawan petugas sehingga kami harus melumpuhkan tersangka dengan timah panas,” ungkapnya.

Pemusnahan ganja 86 kilogram di lapangan Mapolres setempat, menghasilkan asap putih yang cukup pekat, alhasil membuat pusing warga sekitar. Khususnya mereka yang ikut menyaksikan pemusnahan barang haram tersebut. Sebab, ganja sebanyak itu dimusnahkan dengan cara dibakar.

Kepulan asap dari ganja itu menyebar ke seluruh lapangan. Bahkan, asap dari hasil pembakaran ganja itu juga masuk ke rumah-rumah warga yang ada di samping lapangan.

Beberapa petugas sudah bersiap dengan memakai masker, demikian dengan para wartawan. Sementara warga yang menyaksikan tidak mempersiapkan diri sehingga asap terhirup hidung mereka.”Lumayan pusing sih soalnya tadi enggak pakai masker juga,” kata Iren saat menyaksikan pemusnahan di depan Mapolres setempat.

Iren, mengaku mencium aroma ganja terbakar cukup menyengat hidungnya. Karena itu, dia merasa pusing. “Saat pembakaran ganja tersebut, asapnya memang mengarah ke atas. Namun, saat angin bertiup, aroma ganja menyebar hingga tercium,” ungkapnya.(van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here