36 ABG Yang Hendak Tawuran di Kota Solok Diamankan Polisi

0
2771

            Mirisnya kejadian ini berlangsung, belum lama dari penandatanganan MoU antara Pemko Solok dan Polres Solok Kota memberantas premanisme sebagai bentuk langkah antisipatif. Sepertinya MoU tersebut langsung harus bekerja mengantisipasi budaya tawuran yang membawa generasi muda kearah yang salah. Sejumlah program Pemko Solok sepetinya belum mampu membentengi generasi muda dan mudi Kota Solok dari budaya-budaya kekerasan seperti tawuran. Disejumlah daerah lainya di Kota Kota besar banyak anak anak yang salah arah, karena ditunjukan jalan yang salah oleh para senior atau kakak kelas. Kejadian ini tentu membuat sejumlah orang tua kuatir dengan aktivitas anak-anaknya. Sehingga menjadi PR bagi pemerintah setempat untuk mengantisipasinya.

              Beruntung tawuran tersebut, belum sempat terjadi, seandainya terjadi bagaimana nasib mereka yang menang masuk penjara yang mati masuk kuburan, tidak ada untung dan manfaatnya sama sekali. Beruntung petugas berhasil mengamankan komplotan pelajar ini, dan tawuran dapat terhindarkan.

              Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan mengatakan anak anak dibawah umur tersebut berasal dari pelajar dan remaja yang telah putus sekolah, sebanyak 36 orang. Mereka diamankan petugas saat hendak melakukan tawuran di Jalan Lingkar Utara, Kota Solok, Sabtu (28/10). Mereka diduga kuat akan terlibat tawuran dengan kelompok pelajar lain yang berasal dari Kubung, Kabupaten Solok. Berdasarkan informasi dari petugas mereka diduga akan menyerang lawanya yang sedang berangkat ke kawasan Kubung. Dari tangan para remaja yang masih berstatus pelajar ini petugas mengamankan senjata tajam. 5 orang yang membawa sajam, adalah BB (17), mengaku putus sekolah, dia membawa sajam berupa samurai, AP (14) murid SD membawa Klewang sepanjang 1 meter, BRG (14) remaja yang telah putus sekolah membawa sajam berupa clurit sepanjang 60 Cm, AF (17) siswa SMA kedapatan membawa gear motor yang dimodifikasi dan diikat dengan sabuk dan terakhir AS (14) pelajar SD yang juga membawa Gear motor.

              Bahkan sebelumnya mereka diduga berkumpul terlebih dahulu untuk menyusun kekuatan di Jalan Lingkar Utara. Mereka secara bergerombol mencari dan hendak menyerang sasaran yang telah diincarnya. Mereka membekali diri dengan senjata tajam dari berbagai jenis, mulai dari klewang, samurai, celurit dan gier sepeda motor. Usai menyusun kekuatan pada hari itu menjelang siang hari mereka konvoi menggunakan sepeda motor. Namun, sayang niat mereka untuk tawuran gagal, konvoi mereka berpapasan dengan konvoi polisi yang sedang melakukan operasi rutin cipta kondisi. Petugas dari kepolisian Mapolres Solok Kota curiga dengan konvoi tersebut dan langsung dihentikan polisi.

             Petugas langsung menanyakan mereka, bocah bocah SD yang masih bau kencur tersebut dengan cerdas berkelit dengan berbagai alasan. Ketika diperiksa petugas diantara mereka kedapatan membawa senjata tajam. Petugas langsung mengamankan mereka, dengan sejumlah barang bukti sajam tersebut ke Mapolres Solok Kota. Akhirnya niat mereka hendak tawuran terbongkar, bagi mereka yang membawa senjata tajam masih diamankan petugas sebanayk 5 orang, sementara sisanya dikembalikan kepada orang tua masing masing (Govan/wan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here