Ditolak Berobat Dengan BPJS, Pemuda dan Keluarga Korban Mengadu ke Wabup Solok

0
723

SOLOK, JN- Karena ditolak berobat dengan menggunakan kartu BPJS, korban keganasan segerombolan pemuda di Sawah Sudut, Nagari Muaro Paneh, Nazwir (53), Minggu 16 Juni malam lalu, hari Rabu malam (19/6), mengadu ke Wakil Bupati Solok di Arosuka.

Nazwir (53) korban keganasan segerombolan pemuda di Muaro Paneh pada Minggu (16/6) malam hingga kini masih di rawat di RSUP M. Jamil Padang. Korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit itu.

“Karena ditolak berobat dengan BPJS, kita bersama pemuda Sawah Suduk, meminta kepada Bapak Wakil Bupati untuk mencarikan solusinya. Bapak Nazwir itu kan hanya korban segetombolan anak muda yang tidak bertanggung jawab dan beliau dari keluarga yang kurang mampu, ” sebut salah seorang Pemuda Sawah Suduk, Risko.
“Pihak rumah sakit M. Jamil menolak kartu BPJS korban, dengan alasan korban penganiayaan. Kalau cuman karena alasan itu, kan kasihan keluarga korban, ” sebut Risko.
“Kita ingin minta saran dan pendapat dari Bapak Wakil Bupati, karena korban orang tak punya, ” sebut Ketua Pemuda Sawah Sudut, Dori Rahman.
Waktu kejadian malam tersebut, Ketua Pemuda Sawah Sudut ini, mengaku juga nyaris jadi korban malam itu, oleh segerombolan pemuda yang masuk kampung mereka dengan mengucapkan kata-kata kotor dan jorok serta membawa senjata tajam.

Anak korban, Toni (26) yang selalu setia mendampingi ayahnya di RSUP M Jamil Padang, tampak sangat terpukul dengan musibah yang menimpa ayah kandungnya.

“Saya sangat berharap ada jalan keluarnya untuk biaya berobat ayah saya. Kami orang susah dan sangat terpukul dengan peristiwa yang menimpa ayah, saya ini” ucap dia ketika dikonfirmasi media ini.

Istri korban, Usnil Hayati (40) yang ikut mendampingi suaminya juga tampak sangat terpukul, wajahnya tampak pucat. Ketika dikonfirmasi, ia mengatakan terfikirkan masalah biaya di RSUP M. Jamil Padang yang makin hari makin besar, apalagi korban menjalani operasi di bagian perut.

“Sampai kemarinsaja, setelah operasi di RSUP M. Jamil saja sudah kena biaya lebih Rp13 Juta, belum lagi kebutuhan lain. Di RS M. Natsir Solok habis Rp1.2 Juta,” Kata Usnil, istri korban.

Ketika ditanyakan ihwal BPJS Kesehatan, istri korban mengatakan keluarganya mengantongi Kartu Indonesia Sehat namun tidak bisa digunakan karena korban merupakan korban penganiayaan.

Sementara Wakil Bupati Solok H. Yulfadri Nurdin, SH, saat dijumpai para pemuda Sawah Suduk Nagari Muara Panas yang simpati dengan korban, dikediaman beliau, tampak sibuk menghubungi pihak BPJS dan juga mencari data kenapa korban penganiayaan ditolak berobat dengan kartu BPJS.
Kepada pemuda, Wabup H. Yulfadri Nurdin, juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas peristiwa yang menimpa korban.

Dirinya kaget karena baru mendengar kabar itu. Wakil Bupati Solok yang mendapat informasi dari Ketua Pemuda Sawah Sudut langsung bereaksi dan menghubungi Toni, anak korban.

“Kita tentu akan terus mengupayakan BPJS Kesehatan agar bisa dipergunakan oleh korban. Nanti kita akan coba menghubungi BPJS dan RSUP M. Jamil, dan akan kita cari jalan keluarnya bersama,” sebut Yulfadri Nurdin.

Ketika media ini mengkonfirmasi pihak BPJS di RSUP M. Jamil Padang diperoleh informasi bahwa pihak BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya berobat korban lantaran korban tersangkut kasus penganiayaan.

Hingga berita ini diturunkan korban masih belum bisa dikonfirmasi. Sementara itu, masyarakat di kampung halaman dan perantauan mencoba mengumpulkan sumbangan untuk biaya pengobatan dan kebutuhan keluarga korba karena keluarganya merupakan keluarga tidak mampu (jn01/wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda