2 Pelajar SMP dan SMA Terlibat Curanmor Terancam Putus Sekolah

0
82

LIMAPULUHKOTA, JN-  Ini pesan moral bagi orang tua yang mempunyai anak usianya beranjak remaja, agar jangan lengah mengawasi tingkah laku dan pergaulan anak-anak mereka supaya tidak terjerumus ke dunia kejahatan

Setidaknya, dunia kejahatan yang telah menghancurkan harapan keluarga dan masa depan itu dialami dua orang remaja pelajar salah satu SMP dan SMA di kawasan Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota. 

Kedua pelajar SMP dan SMA yang terancam putus sekolah setelah ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota, karena terlibat dalam komplotan pencurian kendaraan bermotor di 4 wilayah kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota itu berhasil mencuri sebanyak 10 kendaraan bermotor roda dua berbagai jenis dan merek.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis didampingi Wakapolres, Kompol. Abdul Syukur Felani, Kabagops, Kompol. Efrizal, Kasat Reskrim, AKP. Anton Luther, Kasat Intelkam, AKP. Zuhri Ilham, Kasubag Humas, AKP. Yuhelman, Kasat Lantas, AKP. Erman dan sejumlah perwira lainnya dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres setempat, Selasa (19/2), mengungkapkan bahwa, dari 8 tersangka yang menjadi komplotan penjahat penggasak kendaraan bermotor itu, dua orang diantaranya adalah pelajar SMP dan SMA di kawasan Kecamatan Suliki. “ Kedua pelajar yang masuk dalam komplotan curanmor yang berhasil ‘digulung’ tim opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota itu adalah berinitial MP (14 tahun) dan GA (17 tahun). Bahkan di luar dugaan, tersangka MP yang masih duduk di tingkat SMP ternyata menjadi ‘tukang petik’ alias bertindak sebagai pelaku eksekusi dalam kasus pencurian kendaraan bermotor tersebut,” ulas AKBP. Haris Hadis. 

Seperti diungkapkan sebelumnya, 8 komplotan curanmor tersebut ditangkap tim opsnal Satreskrim Polres Limapuluh Kota setelah beraksi diempat kecamatan di wilayah hukum Polres Limapuluh Kota. 

Tidak tanggung-tanggung, dari penangkapan terhadap 8 tersangka, anggota Opsnal Satreskrim dibawah komando  langsung Kasat, AKP. Anton Luther didampingi KBO. Iptu. Armi Armiosa dan Kanit Reskrim, Bripka. Bainur berhasil mengamankan 10 unit sepeda motor hasil kejahatan para tersangka. 

Pengkapan kasus curanmor tersebut dilakukan setelah Polisi menerima laporan kehilangan sepeda motor dari beberapa orang korban. Dari laporan tersebut, Tim Opsnal Satreskrim mulai melakukan pengumpulan data dan penyelidikan terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai pelaku pencurian tersebut. 

Tak sia-sia, dari data dan informasi yang berhasil dikumpulkan, dilakukan penangkapan terhadap 8 orang tersangka, 1 orang diantaranya merupakan warga Riau yang juga penadah sepeda motor hasil curian. 

Penangkapan terhadap 8 orang tersebut dilakukan di beberapa tempat berbeda di wilayah hukum Polres Limapuluh Kota dan di Propinsi Riau. Pengkapan pertama dilakukan terhadap tersangka AL di rumah orang tuanya di kawasan Limbanang, ia dicurigai sebagai pelaku pencurian 1 buah sepeda motor matic warna hitam yang hilang Rabu 13 Februari 2019 di Jorong Pandam Gadang Kecamatan Suliki Gunung Omeh. 

Berdasarkan informasi tersebut Tim Opsnal Satreskrim menuju Limbanang dan melakukan pengintaian ke rumah orang tua tersangka AL, karena AL dicurigai sebagai pelaku pencurian tersebut, apalagi ia juga telah dijadikan Target Operasi (TO) Polisi, sebab dari beberapa kasus Curanmor yang terjadi, ia dicurigai sebagai pelakunya. 

Saat rumah orang tuanya didatangi Tim Opsnal Satreskrim tersangka AL juga tengah berada di rumah tersebut, sehingga ia dengan mudah diamankankan. 

Dari penangkapan terhadap tersangka AL, Polisi melakukan pengembangan hingga beberapa tersangka lainnya berhasil dibekuk tersangka lainnya yaitu ON (20 tahun). Di rumah tersangka ON anggota polisi menemukan 1 (satu) unit sepeda motor jenis matic merek honda Beat warna hitam tanpa nomor polisi dan tanpa spion serta kunci kontak dalam keadaan rusak. Kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka lainnya yakni VN (24 tahun) diamankan di rumahnya di Jorong Kampung Dalam, Kenagarian Limbanang.

Dari keterangan tersangka VN, meluncur nama baru berinisial GA  sehingga Polisi langsung melakukan penangkapan. 

Dari keterangan GA mengakui bahwa ia telah bersama-sama dengan tersangka FH, PN serta FD melakukan pencurian terhadap sepeda motor roda dua jenis matic merek honda Beat warna hitam di Pandam Gadang.

Selain itu beberapa lokasi lainnya tempat tersangka melakukan pencurian sepeda motor adalah di Tanjung Bungo, Suliki, sepeda motor Yamaha Vixion  di Jorong Ekor Parit, Limbanang, sepeda motor Scopy di Jorong Simpang Bakia, Nagari VII Koto Talago, sepeda motor honda Baeat di Jorong Ketinggian Kecamatan Guguk, sepeda motor Satria FU di  Jopang Manganti, Kecamatan Mungka, sepeda motor Yamaha Jupiter Z di Jorong Pauh Anok, Pangkalan. Polisi juga melakukan pengembangan ke Propinsi Riau untuk melakukan pencarian dan penyitaan terhadap barang bukti. ” Anggota kita berhasil membekuk 8 orang tersangka diberbagai tempat berbeda di wilayah hukum Polres Limapuluh Kota dan di Propinsi Riau. Selain para tersangka, juga diamankan 9 unit sepeda motor dan 1 unit rangka sepeda motor serta 1 buah mesin sepeda motor,” sebut Kapolres Limapuluh Kota, AKBP. Haris Hadis.

AKBP Haris Hadis juga menambahkan, penadah hasil kejahatan berinisial FD ditangkap, Rabu (13/2) sekitar pukul 18.00 Wib di sebuah SPBU Sungai Pinang, Kecamatan Kampar. Dari tangan F inilah sejumlah barang bukti hasil curian disita. ” Barang bukti hasil kejahatan para tersangka pelaku Curanmor kita sita dari penadah di Pekanbaru, para tersangka berhasil kita bekuk juga berkat informasi dan bantuan dari masyarakat,” tambahnya.

Selain barang bukti sepeda motor, juga diamankan 1 unit mobil dan alat yang digunakan tersangka dalam menjalankan aksinya (dst)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda