Wabup Solok, H. Yulfadri Nurdin Kunjungi Jorong Terisolir Tigo Jangko Bersama Baznas

0
522

SOLOK, JN- Kabupaten Solok yang memiliki luas 3.738 km2 , terdiri dari 14 Kecamatan, 74 Nagari dan 403 Jorong.
Dari 74 Nagari tersebut, ternyata masih banyak warganya yang tinggal di daerah terisolir dan hidup dalam garis kemiskinan.

Untuk itu, pada hari Sabtu sore (21/9), Wakil Bupati Solok H. Yulfadri Nurdin, SH, bersama rombongan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) daerah itu, mengunjungi daerah terisolir yakni Jorong Tigo Jangko, yang masuk wilayah Kenagarian Sumiso Kecamatan Tigo Lurah.

Sebagaimana diketahui, untuk mencapai Jorong Tigo Jangko, Kenagarian Sumiso, dibutuhkan waktu sekitar 5 hingga 7 jam dari Ibukota Arosuka.
Setelah menempuh perjalanan panjang dengan melintasi Kabupaten Sijunjung, Wabup Solok bersama rombongan dari Baznas Kabupaten Solok, tiba di Sarik Laweh. Disana rombongan disambut oleh Kepala Jorong Tigo Jangko, Bustari dan masyarakat.

Dalam laporannya, kepada Wakil Bupati Solok, Bustari mengisahkan bahwa Sarik Laweh masuk ke dalam nagari Sumiso kecamatan Tigo Lurah. Tetapi untuk menuju daerah luar, masyarakat Sarik Laweh harus melawati Kabupaten Sijunjung, karena kalau ke Batu Bajanjang Ibukota Kecamatan Tigo Lurah, tidak ada jalan raya dan harus melewati hutan belantara. Sementara perhubungan yang paling dekat hanya nagari Lubuk Tarok di Kabupaten Sijunjung. “Jadi kami menjual hasil pertanian dan mendapatkan kebutuhan sehari-hari dari Lubuk Tarok. Sebab hanya jalan kesana yang baru ada dan yang terdekat,” sebut Bustari.
Dijelaskan Walijorong, jika masyarakat Tigo Jangko ada keperluan atau urusan ke Arosuka, maka harus melewati Lubuk Tarok, karena baru kesana akses jalan yang ada.

“Dari Lubuk Tarok untuk sampai ke Arosuka, masyarakat harus melewati Jalan lintas Sumatera dengan melalui Kabupaten Sijunjung, Pematang Panjang, Muaro Kalaban, Sawah Lunto, ke Kota Solok dan terus ke Koto Baru, Guguak dan baru ke Arosuka,” sebut Bustari. Perjalanan tersebut bisa ditempuh 5 hingga 7 jam.

Sementara kalau ke Tanjung Balik sebagai ibukota nagari Sumiso, jaraknya sekitar 18 kilometer dan hanya bisa tempuh dengan berjalan kaki selama 6 – 8 jam melewati hutan belantara.

Untuk itu pihaknya sangat berharap dengan kedatangan Bapak Wakil Bupati Solok ke Sarik Laweh, akan ada perhatian khusus untuk masyarakat setempat, terutama untuk pembangunan infrastruktur jalan, listrik ataupun alat komunikasi. Warga juga meminta mobil ambulance untuk membawa warga yang sakit ke rumah sakit.
” Kami disini tidak ada listrik dan tidak bisa mempergunakan HP, ” sebut Bustari.

Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, pada awal sambutanya menyampaikan maksud dan tujuan mengunjungi jorong Tigo Jangko, yakni selain untuk bersilaturrahmi, juga sekaligus untuk memberikan bantuan zakat dari Baznas Kabupaten Solok.

Wabup juga mengisahkan cerita perjalanannya dan rombongan hingga sampai di Tigo Jangko dengan penuh tantangan dan perjuangan.
“Saya sangat prihatin sekali melihat kindisi jalan menuju daerah kita ini, ” sebut H. Yulfadri Nurdin. Untuk itu, Wabup sangat kagum dan salut dengan masyarakat setempat yang setiap hari berjuang menempuh jalan buruk belum beraspal.

“Daerah ini sudah menjadi catatan bagi Pemerintah Daerah untuk segera disikapi dan diperhatikan. Jaga selalu kekompakan dan pupuk selalu rasa kebersamaan gotong royong,” sebut H. Yulfadri Nurdin.
Kepada para orang tua, Wabup berpesan agar jangan sampai ada anak yang putus sekolah agar menjadi pinter dan bisa membangun kampung halamannya nanti.
“Dengan pendidikan, SDM warga bisa kita peroleh agar bisa membangun nagari, ” terang H. Yulfadri Nurdin.

Pada kesempatan itu, Wabup Solok menyerahkan zakat kepada warga dari Baznas yakni zakat untuk pendidikan sebannyak Rp 15 juta, Rumah guru 25 juta, Fisabillilah 600 ribu, Konsumtif 500 ribu dan lainnya.

Adapun rincian bantuan yang diberikan Adalah Sebagai berikut, bantuan untuk pendidikan Rp.500.000 untuk 15 Orang. Bantuan Konsumtif Rp. 500.000 untuk 16.
Bantuan untuk Fisabillillah Rp.350.000 untuk 2 orang.dan bantuan untuk rumah guru senilai Rp25.000.000.dengan Total Jumlah keseluruhan bantuan dari Baznas adalah Rp.41.200.000
“Mudah-mudan bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” sebut Syahrul Ramadhan, S. Ag, dari Baznas Kabupaten Solok.

Tampak hadir perwakilan dari Baznas antara lain Ilyasmadi, SE, MM dan Syahrul Ramadhan. Selain itu juga hadir Sekretaris Satpol PP dan Damkar Pemkab Solok, Bermalis dan lainnya (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here