BUKITTINGGI, JN-    Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengumunkan bahwa satu orang warga Bukittinggi dinyatakan positif terkena covid 19 dan diisolasi di ruang khusus di Rumah Sakit Ahmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi. 
Warga yang meninggal bernama Sunainah (46), warga Kabun Pulasan kota Bukittinggi, dan suaminya pulang tabligh Akbar dari Malaysia sejak 3 Maret 2020  
Dengan dinyatakannya pasien ini positif covid-19, maka kasus ini merupakan yang pertama warga positif virus corona (Covid-19) di Sumatera Barat. Satu perempuan yang dirawat di Rumah Sakit Ahmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi positif terjangkit Covid-19. Sementara, satu pasien dalam pemantauan (PDP) yang merupakan warga asal Solok Selatan, meninggal dunia, Rabu malam (25/3). “Semoga kedepan tidak ada lagi kasus serupa di Sumbar dan masyarakat harus menjaga kesehatan agar terhindar dari Corona,” harap Ramlan Nurmatias.
Disebutkan Walikota Ramlan Nurmatias, pasien yang poditif Corons ini baru pulang dari Malaysia, dan keluarga itu bersedia diisolasi.
Ramlan memgatakan, pihaknya sedang mendata kemana saja pasien tersebut kontak dengan warga lain. Dan toko yang dimilikinya pun akan diisolasi untuk mengantisivasi penyebaran virus Corona.
Ramlan Nurmatias berjanji tidak akan menutup-nutupi masalah Covid-19, dan mengambil langkah bersama Forkompinda dan Pemda Bukittinggi agar virus itu tidak menyebar.
Disebutkan, sampai saat ini Pemko Bukittinggi telah menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk empat Rumah Sakit (RS) yang ada di Bukittinggi. Yakni RSAM 35  APD lengkap, Yarsi 15 , RS Madinah dan RS Stroke masing masing 10 APD lengkap, termasuk masker.
Karena sudah ada warga Bukittinggu yang positif Covid-19, Ramlan Nurmatias berharap kepada  masyarakat agar selalu menjaga kesehatan, sering-sering mencuci tangan, dan menahan diri di rumah serta hindari kerumunan orang banyak, serta selalu memakai masker.
Dikatakan, sampai saat ini ada 11 orang pasien yang diisolasi di RSAM Bukittinggi. 
Atas kondisi tersebut, Pemko Bukittinggi hari ini mengadakan rapat untuk mencari solusi mengurangi pegawai untuk tidak masuk kantor
“Kita sudah mengontak keluarga pasien tersebut dan bersedia dijemput untuk kami lakukan isolasi. Satu keluarga ada empat orang,” tersng Ramlan Nurmatias.
Pemerintah saat ini tengah menelusuri riwayat kontak pasien dengan warga lain, dengan siapa saja mereka berhubungan.”Warga yang positif ini juga punya toko. Kami sedang tangani bagaimana riwayat perjalanan dan interaksinya,” katanya.
 Untuk pasien yan meninggal, Ramlan mengatakan belum diketahui hasil labor apakah positif atau negatif corona.”Kita masih menunggu pengumuman resmi dari dokter atau pihak tekait (01/jn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here