Rizki Islamy Pasya Pemuda Pelopor Sosial Dari Koto Baru

0
258

SOLOK, JN-Dikalangan masyarakat Jorong Bukit Kili, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, nama Rizki Islamy Pasya mungkin sudah tidak asing lagi.

Dialah pemuda pelopor pembangunan Nagari di Koto Baru. Selain aktif bekerja di kantor KUA Kecamatan Kubung, Rizki Islamy Pasya juga menjabat sebagai Ketua Pemuda di Jorong Bukit Kili, Nagari Koto Baru. Selain itu, Rizki juga sangat aktif di aktivitas sosial kemasyarakatan.

“Rizki patut menjadi contoh bagi para pemuda lain di Koto Baru atau di Kabupaten Solok, karena kreatif dan kerja nyatanya untuk berbuat sosial ke masyarakat banyak, ” sebut anggota DPRD kabupaten Solok, Nosa Ekananda, Rabu (19/6).

Ketua Pemuda yang ‘palapau’ dan aktif sebagai Pengurus Masjid Al-Ikhwan, Bukit Kili itu, memang kalau berbicara sering blak-blakan, merupakan alumni IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Nosa Ekananda yang juga Ketua DPD PKS Kabupaten Solok, mengaku sangat kagum dengan sosok gigih Rizki Islamy Pasya.

“Salah satu yang membuat saya kagum ke Rizki adalah dengan berinisiatif mempelopori pengadaan mobil baru untuk ambulance gratis bagi masyarakat serta memberdayakan zakat, infak dan waqaf para Muzakki warga dan perantau,” terang Nosa.

Dijelaskan Nosa Ekananda, kalau kita berpandangan sempit, akan ternilai kecil, apalah itu mobil ambulance. “Tetapi kalau kita mau objektif dan berpikir besar, tak semua orang berani melakukan ini seperti yang beliau perbuat, penuh resiko pada diri sendiri, keluarga, dan lainnya. Oleh beliau semua itu dihadapi, bersama para pemuda lainnya. Bersama-sama bahu membahu untuk menuntaskan pelunasan mobil ambulance ini. Akhirnya, dia sukses,” sebut Nosa Eka Nanda.

Menurut Nosa, ditengah APBD Kabupaten Solok yang terbatas, justru kekreatifan semacam inilah inilah yang harus jadi perhatian oleh kita bersama.

Kedepan menurut Nosa, mari kita melirik jauh ke bawah, ke semua lapisan masyarakat kita. Banyak potensi dan SDM berkapasitas, sebenarnya, punya kita. Yang perlu diangkat dan disupport penuh. Tanpa disadari mereka telah menyelesaikan sedikit banyaknya tugas/ peran kita sebagai stake holder yang ada.

“Inilah yang ingin saya sebut dengan arti sebenarnya Pembangunan yang Bottom Up, tumbuah dari bawah, mambusek ka ateh,” terang Nosa.

Sementara Walinagari Koto Baru, Afrizal K, juga hampir sependapat dengan Nosa Ekananda. “Rizki memang dikenal pemuda gigih dan kreatif serta wajar menjadi contoh bagi generasi muda, ” sebut Afrizal K.

Dicontohkan Walinagari, untuk pelunasan mobil ambulance, pihaknya menggelar lomba mancing dan uang insetnya digunakan untuk pelunasan mobil ambulance tersebut (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda