Populasi Ayam Kukuak Balenggek Kini Hanya Banyak Ditemui di Tigo Lurah

SOLOK, JN- Populasi Ayam Kukuak Balenggek yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Solok, kini mulai langka.


Spesies Ayam Kukuak Balenggek, dulu bisa kita temui di Sungai Nanam, Dilam dan lainnya. Namun saat sejarang Ayam Kukuak Balenggek ini hanya bisa ditemui di Tigo Lurah dan Payung Sekaki.
 Padahalayam ayam kukuak balenggek ini, sudah menjadi icon Kabupaten Solok, seperti yang ada di Tugu Ayam Arosuka.
Keberadaan ayam yang mempunyai ciri khas bisa berkokok bertingkat-tingkat ini, tampaknya bisa saja menghilang, kalau Pemkab Solok tidak ikut melestarikannya. 
“Kitaber harap agar Pemerintah Kabupaten Solok juga harus peduli dengan ayam kukuak balenggek. Sebab ayam ini berasal dari Kabupaten Solok, kalau tidak lama-lama akan menghilang dan punah,” jelas anggota DPRD Kabupaten Solok, Nelson, Senin (5/9).


Dimata politisi dari Partai Persatuan Pemvangunan ini, saat sekarang dirinya hanya bisa menemui ayam kukuak balenggek di beberapa nagari saja.
 “Dulu kita bisa melihat ayam kukuek balenggek ini banyak di nagari-nagari seperti Sirukam, Sungai Nanam, Sungai Abu, Talang Babungo, Alahan Panjang atau nagari lainnya. Namun kini hanya ada di Kecamatan Tigo Lurah dan itupun sudah mulai langka masyarakat yang memeliharanya,” jelas Nelson.
Tokoh masyarakat Tigo Lurah Kabupaten Solok, Dalius menyebutkanbahwa saat ini jumlah ayam kukuak balenggek semakin hari semakin langka. Bahkan harga satu ekor ayam kukuak balenggek saat ini bisa mencapai Rp 250 Ribu.
“Harga ayam Kukuak Balenggek bisa lebih mahal lagi, kalau jumlah urutan kokoknya bisa berulang kali atau bisa diatas lima sampai sepuluh lenggek,” tutur Dalius.
 Dirinya sangat berharap agar Pemkab Solok membudidayakan ayam jenis kukuak balenggek ini atau dengan membentuk kelompok peternak yang khusus mengembangkan ayam kukuak balenggek. 
Pihaknya optimis kalau sepuluh atau dua puluh tahun lagi ayam jenis ini akan punah dari Kabupaten Solok.

Baca Juga :
Pemkab Solok dan Solok Selatan Teken MoU Kerjasama Daerah


 Dijelaskannya, ayam Ayam Kukuak Balenggek ini sekarang hanya ada di Batu Bajanjang, Garabak Data atau di Simiso. Yongkerman juga menambahkan bahwa setiap pengemar binatang peliharaan keluarga burung ini, maka mereka akan datang ke Tigo Lurah untuk mencari ayam yang kokoknya bertingkat dan menarik. Meskipun kecamatan Tigo Lurah di kenal sebagai kecamatan paling luas dan paling terisolir di Kabupaten Solok, namun para pengemar ayam ini akan datang untuk mencari ayam kesukaannya.
 Tokoh masyarakat Tigo Lurah lainnya, Dahrul Asri yang juga mantan Walinagari Batu Bajanjang, menyebutkan bahwa biasanya para pengemar ayam kukuak balenggek akan memperhatikan beberapa hal, baru membeli ayam kukuak balenggek yang dicarinya.


 Diantara ciri-ciri ayam kukuak balenggek yang sering dicari pengemarnya adalah ayam kukuak balenggek memiliki jumlah lenggek kokok, kemerduan kokok, keselarasan dan keserasian tempo dari nada gaya irama kokok, kerajinan berkokok dalam waktu tertentu, keramahan bercanda dengan pemilik dan tingkat kelangkaan, punya suara beda dengan ayam yang lain serta kekuatan pisik dari siayam.
“Ayam kukuak balenggek hanya berasal dari Sirukam dan Tigo Lurah serta mempunyai tipe sebagai ayam yang suka bernyanyi. Ayam iniperlu dilestarikan, karena seaktu-waktu bisa punah,” tutur Dahrul Asri.
 Jenis ayam kukuak balenggek yang sering dicari adalah jenis taduang, piliah, putiah, jalak, kanso, biriang dan kinantan.

Baca Juga :
Pemkab Solok Akan Berhentikan 1700 Tenaga Harian Lepas


Saking tinginya nilai dan harga ayam kukuak balenggek, ayam ini dijadikan simbol atau lambang Kabupaten Solok di Arosuka dengan dibuatkan pantung khusus yang diberi nama tugu ayam Arosuka dan setia hari tugu ini ramai dikunjungi oleh masyarakat di Kabupaten Solok dan Sumbar. Ayam Kukuak Balenggek, memiliki ciri khas dan bentuk tubuh yang menarik serta suara atau kukuak yang bertingkat atau balenggek. Ayam kukuak balenggek, dicari oleh pengemar ayam hias di seluruh Tanah Air. Konon kabarnya, seorang pangeran dari Jepang, Akhisino, sengaja datang ke Sumatera Barat, hanya untuk mendengarkan kemerduan suara ayam kukuak balenggek.

Bahkan harga ayam kukuak balenggek, akan semakin mahal jika kukuaknya semakin banyak tingkatannya. Jumlah lenggek (tingkatan) ukuak ayam khas dari kecamatan Tigo Lurah dan nagari Sirukam ini sangat berpariasi, ada yang tiga, lima sampai sepuluh lenggek (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.