Kisah

Mahasiswi Cantik Yang Tidak Kenal Lelah Memperjuangkan Pembangunan Jalan ke Kampungnya di Koto Laweh

×

Mahasiswi Cantik Yang Tidak Kenal Lelah Memperjuangkan Pembangunan Jalan ke Kampungnya di Koto Laweh

Sebarkan artikel ini


SOLOK,  JN- Masih ingat dengan Lesti, seorang mahasiswi asal Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok yang Tiga Tahun lalu sempat viral karena memperjuangkan jalan ke kampungnya yang tidak layak?


Bahkan waktu itu Kadis PU kabupaten Solok, Syaiful empat turun ke lokasi atas perintah bupati Solok waktu itu, Gusmal.
Namun hasilnya sampai sekarang belum ada perubahan. Bahkan menurut Resti, kondisi jalan ke kampungnya semakin parah.

Patut diacungi jempol, perjuangan salah seorang mahasiswi cantik tersebut tanpa kenal menyerah.

Mahasiswi ini kembali curhat kepada wartawan Koran Padang mengenai buruknya akses jalan menuju kampung halamannya.

Harapannya hanya satu, yakni bagaimana akses Jalan yang sangat buruk ke kampung halamannya bisa diekspos di media dan diperhatikan Pemerintah. 
“Sejak saya Sekolah Dasar bahkan sejak lahir hingga sekarang saya sudah kuliah,  akses jalan ke Jorong tempat tinggal kami tidak pernah diperbaiki. Bahkan sekarang saya sudah kuliah pula,  kondisi jalan semakin parah dan sering kami terjatuh di jalan yang sangat buruk dan berbatuan liar, ” kisah Lesti Febria (20), salah seorang warga Jorong Rawang, saat curhat dengan Koran Padang, Senin (8/5).


Menurut Lesti yang juga seorang Mahasiswi pada Sebuah Perguruan Tinggi ternama di Kota Padang ini,  kondisi jalan akan tambah parah pada saat memasuki musim hujan,  sudah licin dan rawan kecelakaan. Sementara saat musim panas,  ketika melintas di jalan tersebut akan dipenuhi debu yang beterbangan.
Lesti sendiri pernah mendatangi kantor Bupati Solok dan Dinas PUPR. Sayangnya dia tidak bertemu dengan Kadis PUPR.
“Saya ingin kepastian kapan jalan ke kampung saya akan diaspal. Jadi saya mau bertemu dengan Bapak Bupati atau Bapak Kadis PU,” tambah Lesti.

Baca Juga :
Tiga Tahun Menghilang, Heri Ferdian Warga Sungai Nanam Ditemukan di Panti Sosial Bina Laras, Jakarta

 Gigihnya Lesti memperjuangkan akses jalan ke kampung halamannya, karena menurut Lesti bagi orang luar atau tamu yang akan mengunjungi kampungnya,  sangat dibutuhkan kehati-hatian. Kalau tidak bisa kecelakaan dan kami saja yang warga disini dan sering melintasinya,  masih sering juga kecelakaan.


Berbagai upaya sudah dilakukan warganya untuk memperbaiki jalan tersebut,  seperti mengusulkan pada Musrenbang Nagari dan Kabupaten. Bahkan warga  juga sudah membuat proposal ke anggota dewan dan pemerintah daerah agar jalan tersebut diperhatikan. Namun sampai saat sekarang kondisinya masih tetap begitu. Kalau tidak salah sudah tiga orang Bupati dan Tiga priode Gubernur, kondisinya tetap tidak berubah. 
Sebagai seorang mahasiswi asal daerah tersebut,  Lesti terpanggil hatinya untuk ikut berjuang,  meski tidak begitu tau jalurnya. Salah satunya Lesti rajin memposting kondisi dan keadaan jalan tersebut di media sosial agar ada resfon dan rasa hiba dari dinas Pekerjaan Umum atau pemerintah daerah. Namun hasilnya tetap nihil. “Jadi saya beranikan untuk curhat ke media sebagai penyambung lidah masyarakat. Semoga setelah diekspos jalan menuju Jorong kami akan mendapat prioritas,” cetus Mahasiswi yang pada bulan Oktober 2023 ini akan diwisuda di UPI Padang ini. 

Baca Juga :
Bupati Solok H. Epyradi Asda Hadiri Acara Alek Kaua Yang ke-85, di Jorong Sianggai-Sianggai


Lebih jauh disebutkannya,  kondisi jalan yang hancur dan parah ada sekitar 2 Kilometer yang memanjang dari Dusun Lurah Galundi menuju Dusun Lurah Jalin di Jorong Rawang Abu,  Nagari Koto Laweh.
“Sejak saya masih SD hingga sudah kuliah ini,  jalan ini sudah diperbaiki. Kami menilai untuk apa gunanya Musrenbang, kalau tidak ada skala prioritas,” sebut Lesti. 
Lesti masih ingat bagaimana janji para calon anggota dewan dan Kepala Daerah yang mana setiap musim kampanye akan banyak datang ke kampungnya untuk menulang suara. “Namun seperti biasa,  setelah mereka duduk, mereka lupa akan janji, ” cetus Lesti dengan sangat ketus.  
Kepala Jorong  Rawang Abu, Syafrizal,  juga menjelaskan bahwa kondisi jalan ke kampungnya memang sangat parah dan rawan kecekakaan. 


“Setiap ada Musrenbang nagari,  jalan ini selalu kami usulkan. Tetapi mentok disitu saja. Selain itu kami juga sudah ajukan proposal ke anggota dewan dan ke pemerintah daerah,  tetapi belum ada tanggapan, ” sebut Syafrizal (wandy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *